"Luka ini tidak ada apa-apanya, jadi ayo layani aku seperti biasa." Marco tahu kebiasaan Kia dulu tidak mungkin hilangkan, wanita itu sudah tahu cara untuk melayaninya dengan benar. Sebenarnya Marco tahu jika selama ini Kia suka membeli buku dengan judul-judul yang membuat Marco tertawa dengan keras. "Bakatmu itu tidak mungkin hilang begitu saja kan?"
"Apa maksudmu?" tanya Kia sambil mengerutkan keningnya kebingungan.
"Aku tahu kamu membeli buku judulnya 'cara memuaskan suami.' Ada juga yang judulnya 'bagaimana membuat suami senang saat dilayani istri.' Dan yang tambah bikin aku kaget itu yang judulnya 'gaya-gaya yang menantang saja saat di ranjang.' Ada juga yang judulnya."
"DIAM!" Kia berteriak dengan sangat kencang, bahkan wajah dan telinganya memerah. Entah setan apa yang sekarang berada satu ruangan di dekatnya.
Kia tahu bahwa dulu dirinya sangat berjuang membuat Marco jatuh hati. Hingga Kia yang awam masalah ranjang membeli banyak buku bahkan hampir ratusan buku yang berhubungan dengan ikatan cinta pasangan kekasih. Dan semua itu hanya masa lalu! masa lalu! Saat mengingat suami yang ia lakukan dulu, Kia sangat membenci dirinya sendiri.
"Kenapa? Mana bukumu itu? Aku sudah lama tidak melihatnya, sebenarnya aku tidak sengaja melihat isi kotak di bawah bajumu. Aku kira apa ternyata buku."
Mulut Kia mulai turun kebawah, ia cemberut dan mata yang sudah berkaca-kaca. Bahkan ia menunduk dan menekan bajunya dengan keras, pertahanannya runtuh ia bahkan tidak bisa menghentikan isak tangisnya. Sungguh apa yang sudah diperbuat selama ini, Kia malu sangking malunya ia tidak bisa menahan tangisnya. "Berhenti membahasnya!"
Marco cukup bingung melihat Kia yang tiba-tiba menangis, ia tidak memukul wanita itu. Bahkan tangan Marco yang menggenggam pipi Kia tidak memerah. "Apa kamu malu?"
Marco membawa tubuh Kia yang awalnya terduduk dengan lesu, jadi tertidur di atas kasur. Dan Marco langsung memulai aksinya dengan membuat tubuh Kia terperangkap di bawah tubuhnya.
"Berhenti malu Kia, tidak masalah kamu itu pintar mencari tahu saat tidak tahu," ucap Marco sambil tangannya melepaskan setiap helai kain yang berada di tubuh Kia, dilain sisi Kia semakin menangis karena ucapan Marco barusan yang semakin membuat Kia malu bukannya tenang.
Kia menyesal, kenapa ia harus memulai kehidupan barunya seperti ini. Kenapa tidak diulang waktu saat Kia belum menikah dengan Marco, sehingga Kia tidak perlu membeli buku bajingan itu. Setelah ini akan Kia bakar semuanya. Isakan tangis Kia langsung terhenti saat bibir Marco menutup bibirnya.
***
"Jadi kau sudah menemukan siapa yang mengikutiku kemarin?" tanya Herza pada orang suruhannya, awalnya Herza tidak curiga sama sekali ada orang yang mengikutinya. Sehingga ia melihat dengan mata kepalanya sendiri saat ada sebuah mobil yang berdiri di depan rumahnya saat ia berada di atas balkon kamarnya.
Sebenarnya Herza tidak akan curiga jika ia tidak ingat saat sebelumnya ada mobil yang terparkir lama di depan Cafe tempat ia duduk dengan rekannya.
"Sudah Tuan," jawab suruhan yang bernama Teo itu.
Herza menarik kertas yang dipegang oleh suruhannya itu. Dan ia menerima berupa foto mobil dan beberapa gerakan dari seorang pria.
"Itu orang dari Balvc."
Herza cukup terkejut ia sampai terkekeh sinis dan tertawa singkat. "Apa secepat itu dia tahu aku kembali dan hidup?"
Belum terkejut sampai di situ ia menemukan foto wanita yang cukup menarik di depan Cafe. "Siapa wanita ini?"
"Istri Marco."
Herza memejamkan matanya erat dan tidak bisa menyembunyikan senyumnya. "Apa yang wanita ini inginkan? Apa dia bekerja sama dengan Marco?" Sungguh bodoh apa tujuan istri Marco ikut campur dalam urusan mereka. Apa wanita ini tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa.
"Saya tidak tahu Tuan."
Herza melemparkan map di atas meja tepat mengenai wajah Teo. "Kau harus lebih berguna, sekarang kau awasi wanita itu dan jika dia sedang sendirian di suatu tempat kau hubungi aku."
"Baik." Setelahnya Teo meninggalkan Herza sendirian. Herza kembali memperhatikan foto tersebut, ia seperti mengenal wanita ini. Wajah yang tidak asing seperti pernah bertemu sebelumnya. Saat membalikkan foto tersebut, di sanalah Herza bisa melihat identitas wanita yang mengikuti pergerakannya itu.
Di belakang foto istri Marco itu terdapat banyak informasi, saat ia melihat nama lengkap Kia dan nama orang tua Kia, disitulah dunianya terasa berhenti sejenak. Kepalanya mendadak pusing secara tiba-tiba dengan jantung yang berdetak dua kali lipat lebih cepat.
***
Kia tidak lagi melanjutkan tidurnya, ia langsung membersihkan diri untuk menemui anaknya. Sebelum menuju kamar anaknya, Kia juga harus menutupi bagian tubuhnya yang terbuka dengan alat perias wajahnya. Marco memberi tanda-tanda merah yang membuat Kia malu.
Saat sedang menyisir rambut, Kia yang berada di depan kaca dapat melihat dari kaca saat Marco terlihat tidak terusik sedikitpun dengan ponselnya yang terus berdering sedari tadi.
Kia beranjak bangun dari kursi dan menuju ke arah ranjang untuk melihat isi ponsel Marco, di sana ada banyak pesan dari tempat kerjanya. Biasanya Marco akan langsung bangun jika mendengar suara dari ponselnya tapi pria itu tampan tidak terusik.
Kia menatap Marco dengan tatapan dalam, pria itu terlihat seperti orang baik saat matanya terpejam seperti ini. Andai saja sifatnya tidak jahat pasti Kia akan terus menjadi budak cintanya.
Ponselnya berdering pelan, Kia membuka pesan dari Mina yang ternyata sudah puluhan kali. Pesan yang berisikan bahwa Vina terus menangis. Kia langsung ke luar kamar, memang ada peraturan di rumah ini jika ada Marco di kamar orang yang bekerja di rumah ini tidak boleh mengetuk pintu.
Untuk ruangan kerja saja, harus dihubungi dahulu. Para pekerja tidak diizinkan untuk mengetuk pintu saja. Dulu Kia heran dengan sikap Marco yang terlalu berlebihan, sekarang Kia paham karena Marco memang memiliki pikiran yang di luar nalar.
"Mama." Vina langsung memeluk Kia saat Kia sudah berada di dalam kamar.
"Kenapa menangis sayang?" tanya Kia sambil mengusap air mata anaknya.
"Mimpi hantu."
Kia tersenyum pelan ia mencium pipi anaknya berulang kali. "Itu semua tidak benar."
"Gendong." Vina kembali merentangkan tangannya kembali.
"Ada adik Vina yang lagi Mama gendong, sekarang Vina harus belajar mandiri karena sudah besar."
"Yeay Vina sudah besar," sambung Vina yang memang senang saat disebut sudah besar. Kia ikut tersenyum saja melihat Vina yang saat tersenyum semakin mirip dengan Marco.
Selama di meja makan Kia langsung mengambil makanan yang sudah tersedia di atas meja. Kia sesekali menyuapi ikan ke Vina. Setelah Kia selesai makan, Marco turun ke bawah dengan pakaian santai, bahkan kelewat santai. Hanya dengan kaos putih dan celana selutut, biasanya Marco akan tampil dengan setelan formalnya.
"Tidak bekerja?" tanya Kia saat Marco langsung makan tanpa bicara, pria itu menatap Kia sekilas dan melanjutkan makannya.
"Nanti," jawab Marco dan melanjutkan makannya.
"Setelah ini aku mau membicarakan hal penting." Kia melanjutkan perkataannya lagi yang dibalas anggukan oleh Marco. Di sini, Kia hanya memperhatikan Marco yang makan, ia menunggu hingga Marco selesai dengan urusan perutnya.
Setelah selesai makan, Marco beranjak bangun tapi saat akan berjalan. Kakinya lebih dahulu dipeluk oleh tangan mungil.
"Papa! gendong."
Marco mengangkat tubuh Vina dengan gampang dan setelahnya seperti biasa Vina mencium beberapa kali pipi Marco, Kia sendiri tidak tahu banyak apa yang membuat Vina begitu mencintai Marco padahal selama ini Marco terkesan cuek.
"Apa yang kamu berikan sehingga Vina begitu?" tanya Kia keheranan apalagi sekarang anaknya tertawa kecil padahal Marco sedang tidak berbuat lucu.
"Tidak tahu," balas Marco cuek. "Ayo ke balkon." Marco mengajak Kia ke sana karena wanita itu bilang ingin membicarakan sesuatu.
"Tidak aku tidak mau ke sana." Kia tidak berani melangkahkan kakinya di tempat ia kehilangan nyawanya.
***
Katanya ada yang ga dapat notif ya kalau update cerita ini?
kalian bisa follow aku biar aku kasih kabar di profilnya ya, biasa di situ bisa keluar notifnya.
Ada yang tau kenapa notifnya ga keluar?
Target : 1.285 Vote + 200 Komen + 5 followers 😊
Buat yang ga sabar menunggu bab selanjutnya wa ke nomor ini 0838‑6394‑7842
Bab 26 sampai bab 34 cuman 15k
Bab 26 sampai bab 37 cuman 20k
KAMU SEDANG MEMBACA
Dark Love
RomanceSebuah pernikahan yang menyiksa bagi Kia, ia harus menikahi pria paling mengerikan yang pernah ia jumpai. Marco benar-benar pria yang tidak ada belas kasihan, dia bisa membunuh istrinya sendiri demi keinginannya sendiri, hal yang paling menyakitkan...
