Sesuai dengan informasi dari Kia, ternyata benar Sandra selama ini menyembunyikan diri bersama dengan keluarga yang memang memiliki kemampuan lebih. Kemampuan untuk menyembunyikan wanita menjijikan itu.
"Sudah ada dia di ruang bawah tanah?" tanya Marco.
"Sudah," jawab Jack pelan, ia bersama dengan rakannya yang lain menemukan Sandra berada di sebuah tempat hiburan. "Kami menemukan informasi lebih juga bahwa selama ini Sandra bersembunyi sebagai wanita simpanan dari Saul."
"Saul?" tanya Marco sangat terkejut, pria itu? Pria yang pernah berhubungan dengannya saat ia berumur enam belas tahun. Anak dari Saul menembaknya karena bermusuhan dengan Pilz. "Apa dia mafia dari Hunterx?"
"Iya," jawab Jack.
"Wow, wanita gila yang cerdas," lanjut Marco sambil terkekeh pelan, pantas selama ini Marco sangat sulit menemukan Sandra. Ternyata orang di belakang wanita itu juga bukan orang biasa.
"Kau tahu semakin lama aku merasa bahwa semua ini terlalu rumit dan cukup membuatku penasaran. Givano bilang kau mencintai wanita itu, lalu mengapa kau membawanya ke ruangan itu?" tanya Jack cukup penasaran karena semua ini terdengar menyenangkan, ia mulai tertarik sejak Givano ternyata obsesi dengan wanita yang menjadi istri Marco.
"Pria culun yang bodoh itu seharusnya langsung ditembak mati saat itu." Marco cukup kesal dengan Givano yang juga menyebarkan informasi palsu kepada sesama anggota Balvc dan itu sangat memalukan. "Aku selama ini hanya diam saja saat Givano mengatakan aku mencari Sandra karena mencintai wanita itu. Aku hanya diam tidak membantah perkataannya agar mulut busuknya bisa berhenti bertanya mengapa aku mencari Sandra sampai ke seluruh dunia. Aku sangat benci melihat dia sangat penasaran mengapa aku ingin menemukan Sandra."
Marco mengulum bibirnya kesal saat harus kembali menyebut nama manusia culun itu. Setau Marco pria itu juga sedang mendapatkan perawatan lebih di rumah sakit akibat pukulannya. Kabarnya Givano juga sempat koma.
"Jadi apa alasannya?" tanya Jack yang membuat Marco menatap tajam ke arah pria yang mendadak sangat penasaran dengan hidupnya. "Apa kau ingin mati? Apa kau tidak dengar saat aku mengatakan sangat benci saat Givano menanyai alasan mengapa?
Jack hanya diam tidak lagi bertanya mengenai hal itu. Ia harus berhenti sebelum Marco akan benar-benar menghabisinya. "Lalu apa nanti malam kita akan membantai wanita itu?"
"Sekarang," jawab Marco dan berjalan keluar dari ruangan kerjanya dan berjalan turun dari lift menuju lantai satu. Setelah nya ia masuk ke dalam ruangan di lantai satu di bagian paling ujung. Setelahnya menuruni tangga menuju lantai bawah tanah. Dan di sana ada wanita yang langsung histeris saat mendengar langkah kaki mendekat.
"Wow, sudah lama tidak jumpa," sapa Marco dan duduk di atas kursi di depan Sandra yang terduduk di lantai dengan dengan kaki dan tangan terikat kencang.
"Aku bukan Sandra, aku Melie," teriak Sandra kencang tapi dengan wajah yang tertutup kain hitam.
"Buka kain itu," perintah Marco dan setelahnya bawahannya langsung membuka kain yang menutup wajah Sandra.
"Hahaha, wajah Sandra tidak pernah berubah." Marco menatap wajah wanita yang tidak pernah berubah tapi hanya termakan oleh umur. Wanita yang berumur empat puluh tahun itu memang terlihat tidak terlalu tua, pastinya karena melakukan perawatan dan operasi.
Sandra yang bisa dengan jelas menatap wajah Marco langsung bergetar ketakutan. Ia bisa selamat dari kejaran Marco selama puluhan tahun dan sekarang ia ternyata bisa tertangkap.
Padahal Sandra sudah sangat berusaha keras selama ini untuk bisa lepas dari kejaran pria setan itu. Nyatanya saat Sandra berada di kamar kostnya ia malah diserbu oleh puluhan pria berpakaian hitam. Sandra selama ini hanya keluar saat malam hari, itu pun untuk bersenang-senang. Dan selama ini Sandra juga mengganti identitasnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dark Love
Storie d'amoreSebuah pernikahan yang menyiksa bagi Kia, ia harus menikahi pria paling mengerikan yang pernah ia jumpai. Marco benar-benar pria yang tidak ada belas kasihan, dia bisa membunuh istrinya sendiri demi keinginannya sendiri, hal yang paling menyakitkan...
