BAB 31: CHILLHOOD

53 11 0
                                        

Aily berjalan keluar dari lobi rumah sakit, ia mendekati jalan raya menunggu taksi lewat. Cukup lama dia berdiam, tapi tidak ada satu pun mobil biru yang lewat. Namun, sebuah mobil hitam berhasil mencuri perhatian Aily. Mobil itu berhenti tepat di depannya.

Betapa terkejutnya Aily melihat siapa pemilik mobil hitam itu setelah dia menurunkan kaca mobilnya. Dia... NATHANAEL KAIVANDRA.

"Kai!" Seru Aily, sejujurnya dia sangat senang bertemu teman masa kecilnya. Ketika dia tinggal bersama sang ibu, selama dia kecil, Aily selalu bermain dengan Kai di komplek. Banyak permainan juga cerita seru sewaktu dulu bersama Kai.

"You look good, Aily." Katanya, sambil membuka kecamata hitam yang Kai pakai.

"Kok bisa ada di sini?" Tanya Aily. Mengingat, Kai sewaktu liburan sekolah dia izin pamit. Sebab, laki-laki itu akan pergi ke luar negeri melanjutkan pendidikannya di sana, bersama kedua orang tuanya.

Tentu saja, sudah lama tidak bertemu. Aily merasa rindu, Kai adalah teman baik, dia bahkan keluarganya banyak membantu saat-saat kondisi kritis bersama sang ibu kala itu.

"Want to make time for me?" Itu adalah tawaran yang tidak akan bisa Aily tolak, begitu dia langsung saja mengangguk dengan senang hati.

"Ayo naik!" Kai juga tidak kalah senangnya saat Aily mulai menaiki mobilnya. Menancap pedal gas, Kai sudah memiliki bayangan kemana Aily akan dibawa. Something special place.

▪︎▪︎▪︎

Mobil itu berhenti di sekitar pohon-pohon tinggi, tapi ini bukanlah tempat yang akan Kai tunjukan. Aily keluar dari mobil dengan pikiran yang berusaha mengenali tempat tersebut.

Matanya sibuk melihat kesana kemari, padahal tidak ada yang menarik hanya hamparan rumput segar disekitarnya. Gadis cantik itu terus berjalan, "Bukit?"

Kai justru lebih kaget dengan pertanyaan Aily. "You forget Aily?"

Aily menengok pada Kai yang masih berdiri di samping pintu mobil. "Aku gak tau, Kai."

Kai menarik tangan Aily, langkah gadis itu mengikuti cepatnya langkah Kai. Jelas, perbedaan kaki mereka yang kentara membuat Aily kesulitan untuk menyeimbanginya.

Kai terus saja menggandeng tangan Aily, mereka menaiki bukit yang tidak terlalu tinggi. Sampai di puncak bukit itu, dengan pemandangan yang memanjakan mata, juga city light yang begitu indah pada malam hari, Aily termangu sesaat. Ia ingat tempat ini. Tempat yang hanya diketahui oleh mereka berdua.

"Sekarang inget kan?" Kai menoleh pada Aily. Dia tersenyum menatap wajah cantik itu.

Tempat ini adalah tempat dimana mereka menciptakan kisah-kisah yang tidak akan pernah terulang kembali. Kisah 12 tahun lalu, muncul kembali di otak Aily. Kalau, ibu nya pergi bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup, si kecil Aily bermain dengan Kai. Disinilah tempatnya, bermain, berlari, tidur di atas rumput, bahkan terkadang duduk termangu menatap matahari memancarkan warna jingganya.

Aily duduk, matanya penuh binar melihat lampu-lampu di bawa bukit, bak hamparan bintang di atas langit. Begitu juga dengan Kai, dia ikut duduk di samping Aily. Helaan napas panjang Aily, jelas menarik perhatian laki-laki tampan itu.

"Is your life going smoothly?" Kai bertanya dengan suara rendah tapi juga halus.

Aily menggelengkan kepalanya. "No."

"Semuanya terasa berat, Kai. Tapi, sekarang bisa di bilang ringan, berkat seseorang." Kalimat Aily berlanjut, sedangkan Kai hanya diam dan menunggu kalimat selanjutnya.

AILY DAILY Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang