BAB 42: LIFE

54 3 1
                                        

Mendekati ujian para kelas 12 sedang di sibukan dengan banyak nya tugas. Apalagi, dalam waktu dekat mereka sebentar lagi akan lulus dan melanjutkan hidup yang sesungguhnya. Biasanya, koridor di jam istirahat ramai dan di penuhi oleh siswa-siswi di setiap kelasnya. Namun, untuk sekarang koridor tampak sepi. Tapi, ada beberapa juga yang masih duduk hanya untuk berbincang tentang pelajaran atau hal yang lain.

Ada juga yang memadati area perpustakaan biasanya, si para ambis lah yang memenuhi perpustakaan. Kantin juga tak kalah ramai, mereka yang untuk memilih istirahat dari pelajaran akan melepaskan beban kepalanya disini. Seperti, gadis yang berbando pink sedang meracau di depan temannya yang hanya diam menyimak.

"Gua bener-bener gak berekspetasi kalau kelas 12 segila ini, Ly! Tugas numpuk, belom lagi belajar buat ujian minggu depan, belom lagi ujian praktik, kayak anjirlah bisa bisa kepala gua meledak!" Azaleya menggerutu.

"Sabar, kamu pasti bisa lewatin ini semua Leya. Kamu harus kuat, apalagi kalau nanti kuliah pasti lebih dari ini." Aily selalu membalas dengan tenang.

Pertemanan mereka seperti api dan air, saling melengkapi. Jika Leya api nya, maka Aily lah yang akan memadamkan api itu dengan air. Tapi, jika Aily api nya, pasti Leya juga akan menjadi api.

Begitulah mereka.

"Lo kan pinter, pasti bisa ngerjain tugas dengan mudah. Coba gua? Baru baca soalnya aja udah pasrah." Dengus Leya, bibirnya ia manju kan. Namun, tak ada beberapa detik, Azaleya tersenyum kala melihat siapa yang berjalan ke arah nya.

Aily mengikuti arah pandang Leya. "Giliran Dirga langsung senyum." Bisik Aily.

"Hai!" Leya memanggil Dirga.

"Hai, udah belajarnya?" Tanya Dirga. Ia tidak sendiri, ada dua orang di belakang Dirga, itu temannya.

"Udah, kepala aku pusing mau meledak." Jawab Leya. Ia mengabaikan Aily di depannya yang sudah memasang wajah pasrah. Karena, sudah biasa dengan pemandangan seperti ini.

Dirga mengusap kepala Leya, "nanti pulang sekolah kita pergi ke Sun River, biar otak kamu seger lagi."

"Oke deh!" Leya menjawab dengan senang.

"Aku kesana dulu." Dirga menunjuk salah satu stand, Leya pun menganggukan kepalanya.

"Romantis ya Dirga, dia tau kalo gua lagi stres dan dia juga tau cara ngobatinnya." Leya berujar setelah Dirga jauh dari mereka.

"Dia bukan tau cara ngobatin strees nya kamu Leya, dia cuma takut kamu jadi setan."

Komentar pedas dari Aily membuat Leya membulatkan mata dan menutup mulutnya. Leya tidak menyangka bahwa gadis polos yang ada di depannya akan melontarkan kata-kata pedas.

"Pedes banget omongan lo, pasti sering bergaul sama Fabio. Sakit hati gua," kata nya dengan nada mengecil.

"Enggak, aku gak sering main sama Fabio." Aily selalu menjawab dengan apa adanya, tapi itu mematikan Leya.

Tidak lama, ponsel Aily bergetar di atas meja. Nama Dipta tertera di layar tersebut, tanpa berpikir panjang, gadis itu langsung menyambungkan teleponnya.

"Hallo?"

"Kamu dimana?"

"Di kantin, sama Leya." Aily menjawab.

"Maaf aku gak bisa nemenin kamu istirahat, masih ada banyak materi yang harus aku catat. Aku ketinggalan banyak."

"Kamu masih di perpustakaan?" Kata Aily.

"Iya, nanti pulang aku jemput kamu ke kelas."

"Oke, bye bye!" balas Aily.

"I love you!"

AILY DAILY Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang