BAB 33: QUESTIONS WITH ANSWERS

39 10 0
                                        

Hari ini Aily mempunyai rencana. Ia, akan mempertemukan Dipta dengan Kai. Nanti, sepulang sekolah dia akan mengundang Dipta dan Kai untuk datang ke rumah nya, Aily akan senang jika mereka berdua dekat dan akrab.

Dia juga akan membuat kue untuk di hidangkan kepada Dipta dan Kai. Kebetulan sekali kan, baru-baru ini Aily menjadi hobi sekali memasak dan membuat kue. Kata Leya sih, kue buatanya enak. Tentu saja itu membuat Aily merasa senang, namun dia akan senang sekali jika Kai dan Dipta yang mengatakannya.

"Tumben lo buat kaya gini." Ucap Leya sambil memakan kue yang Aily buat.

"Mengisi waktu luang aja, Ley. Aku kan sekarang udah bisa buka sosial media, trus banyak resep yang lewat di sosial media aku. Yaudah, aku coba recook, jadi ketagihan deh masak-masak kaya gini." Jawabnya dengan terus menatap Leya yang terus-terusan memakan kuenya.

"Bagus lah lo bisa masak. Skill ini kan lo pake nanti kalo nikah sama Dipta." Kata Leya.

Aily mengangguk. "Iya, jadi gak sabar!"

Azaleya melotot tidak menyangka melihat reaksi temannya. "Gak sabar apa? Wah, pikiran lo parah banget, Ly. Kotor otak nya kotor, di ajarin siapa lo kaya gitu?!"

"Apa sih, Ley?" Aily mendadak kebingungan dengan ucapan Leya.

"Se gak sabar nya lo, lo jangan kayak gitu sebelum nikah, Ly!"

"Apa? Lagi pula udah kok, kata Dipta juga enak." Aily tersenyum, membayangkan saat Dipta mengatakan itu.

Leya menggebrak meja, membuat siapapun orang di dalam kelasnya menatap Leya. Namun, mereka kembali menjalani aktivitas masing-masing, kebiasaan Leya yang menggebrak meja itu sudah menjadi hal biasa bagi mereka.

Leya menutup mulut, tidak percaya. "Ly, sumpah? Demi apa? Gue gak nyangka lo kaya gini."

"Iya, Leya aku tau pasti kamu gak nyangka aku bisa masak. Dia juga gak bilang masakan aku keasinan, atau hambar, dia cuma bilang enak banget sayang, gitu." Jelas Aily. Ah, dia jadi tidak sabar membuat masakan segala macam untuk Dipta.

"Hah?" Suara Leya mengecil. Dia berdeham, ternyata bukan pikiran Aily yang kotor. "Iya gak nyangka aja lo bisa masak enak. Nanti, masakin gue juga ya?"

"Siap! Kamu mau aku masakin apa? Nanti besok aku bawa, kita makan bareng." Ujar Aily. Ia tidak tahu bahwa memasak itu kegiatan yang menyenangkan apalagi kalau orang yang memakan masakan yang kita buat mereka bilang enak.

"Terserah lo aja, pasti gue makan."

"Oke deh!"

▪︎▪︎▪︎

Sore ini, Aily sedang sibuk di dapur. Memakai apron baru yang ia beli tadi sepulang sekolah, sekaligus membeli bahan-bahan yang di perlukan. Gadis itu sudah berbicara kepada Dipta lewat telepon untuk datang ke rumahnya, begitu juga dengan Kai. Tapi, dia tidak mengatakannya pada Dipta bahwa Kai juga akan datang. Kalo, Kai dia sudah tahu bahwa Dipta akan ke rumah Aily.

"Sibuk banget kayaknya, lagi buat apa sih?" Fadli tiba-tiba datang dengan setelan jas yang biasa Aily lihat.

"Lagi buat cake. Nanti mau ada Dipta kesini." Jelas Aily, tangannya mulai sibuk memasukan bahan kue satu persatu. Fadli hanya mengangguk saja. "Oh iya, Ayah aku punya temen, namanya Kai. Dia temen Aily waktu Aily tinggal di komplek sama Ibu. Dia baik, suka bantu Aily sama Ibu dulu. Ayah harus kenal sama Kai." Gadis itu memberi tahu siapa Kai pada Ayahnya.

Fadli mengangguk. "Oke, tapi maaf kayaknya ayah gak bisa kenalan sekarang deh, Ly. Ayah mau ke kantor dulu ada panggilan."

"Yaudah, nanti cake nya Aily sisain untuk ayah. Ayah harus coba cake buatan Aily, pasti ayah suka." Ucap Aily.

AILY DAILY Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang