BAB 35: NEED YOU

42 9 0
                                        

Dengan tatapan kosong, Aily berjalan lurus di lorong sekolah. Pikirannya dipenuhi suara bagaimana Dipta mengatakan hal paling menyakitkan untuknya. Hari ini, adalah hari pertama tanpa Dipta. Dia tidak pernah menyangka hal ini terjadi, baginya Dipta sudah menjadi bagian hidup Aily.

Lorong sekolah memang ramai, tapi Aily tetap merasa hampa pada hatinya. Raut wajah gadis itu sungguh sangat menunjukan bahwa dia sedang tidak baik-baik saja. Kalau saja tidak ada Kai, mungkin Aily tidak akan tidur semalaman. Ia akan terus menangis, beruntung saja Kai selalu ada di samping nya. Bagaimana laki-laki menenangkan Aily, dan memeluk luka Aily.

"Woy, Ly!" Azaleya menepuk pundak Aily dari belakang, gadis pink itu juga baru saja datang. Namun, dia terkejut dengan kekacauan wajah Aily yang tidak ia mengerti.

Matanya membulat kala melihat mata Aily begitu sembab. "Kenapa? Lo habis nangis?" Leya bertanya perlahan.

"Aku putus sama Dipta."

Jawaban dari Aily itu sontak membuat mata Leya semakin membulat sempurna. Oh, tentu saja ini berita buruk untuknya. Bagaimana bisa itu terjadi? Bukannya mereka baik-baik saja? Maksudnya, keduanya bukan type yang suka memainkan hati, jelas mereka adalah dua orang yang baru pertama kali jatuh cinta.

"Kita cerita di kelas ya." Leya menarik tangan Aily. Ia rasa bukan situasi yang tepat bercengkrama di lorong sekolah dengan topik yang serius.

Bahkam, Leya tidak habis pikir. Sekali lagi, bagaimana bisa? Dia harap ini bukanlah sesuatu yang amat serius, hanya masalah biasa dan terjadi nya salah paham. Bukan tentang Dipta yang pergi karna wanita lain, atau bukan karena Aily yang tidak bisa mengekspresikan cintanya sehingga membuat Dipta muak dan pergi begitu saja. Apakah pikiran Azaleya itu berlebihan?

Setelah duduk di kursi kelas, Leya bersiap-siap dengan cerita Aily yang mungkin akan membuatnya melongo berjam-jam. "Oke, jadi kenapa lo bisa putus sama Dipta?"

Bukannya bercerita, gadis berponi itu meneteskan air matanya. Sungguh, kalau konsekuensi menjalin hubungan sesakit ini, dia tidak seharusnya dengan mudah menerima Dipta untuk menjadi pacarnya. Benar, cinta itu tidak selama nya indah. Tapi, bolehkah dia egois? Dia hanya ingin indah selamanya. Bersama Dipta.

"Kemarin sore, aku undang Dipta ke rumah. Aku mau kenalin dia sama Kai–"

"Tunggu, siapa Kai? Cewek? Cowok?" Leya masih sempat-sempatnya memotong kalimat Aily. Bisakah, dia membiarkan Aily bercerita sampai selesai tanpa di sela?

"Please, Ley. Dengerin aku cerita dulu, baru kamu nanya." Aily menghapus bulir-bulir bening di pipinya. "Aku ketemu Kai itu di komplek, waktu aku kecil. He is very kind. Dia selalu hibur dan temenin aku kalo ibu pergi kerja. Aku awalnya gak cerita tentang Kai sama Dipta. Aku pikir, aku bakal seneng kalo liat mereka berdua akrab. Karena, keduanya sama-sama punya arti di dalam hidup aku, Ley. Dipta itu salah paham, dia lihat aku jatuh di atas badannya Kai. It was just an accident. Tapi, Dipta gak mau denger penjelasan aku, dia pergi gitu aja setelah dia bilang putus."

Aily menjelaskan dengan detail pada Leya. Gadis itu menghela napasnya, kini hidup nya terasa hampa. Dia merasa rindu pada Dipta, tapi laki-laki itu lupa dengan kalimat-kalimat yang telah dia lontarkan. Bagaimana, Dipta akan selalu ada di hidupnya. Bagaimana, Dipta janji tidak akan meninggalkan Aily. Itu semua hanya kalimat kosong yang tidak ada bukti.

"Iya, Dipta cuma salah paham. Emosi dia terlalu tinggi sampai dia gak mau denger penjelasan apa pun dari lo." Balas Leya. Tangan nya menggenggam tangan Aily, menyalurkan kekuatan untuk sahabatnya. Aily baru merasakan patah hati, Leya tahu patah hati itu benar-benar sakit.

AILY DAILY Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang