Tiga Puluh Tujuh

10.1K 962 53
                                        

"Hai.... kita pernah ketemu kan?" Davinsha bertanya dengan senyuman yang mengembang di wajahnya yang cantik.

Winda hanya mengangguk kaku. Ia dengan enggan menatap lawan bicaranya. Davinsha menghampiri Winda karena merasa pernah bertemu. Tidak cuma sekali. Akan tetapi dua kali.

"Kalian sama- sama?" pandangan mata Davinsha bergerak dari Winda ke Giri. Senyuman perempuan itu semakin lebar. "Wah, kok bisa kebetulan gini ya?"

"Sori, tapi kamu kenal sama istriku?" Giri bertanya.

Kedua alis Davinsha yang lebat dan rapi itu bertaut. Ada seberkas ketakjuban di mata perempuan itu. "Oh jadi kalian malah udah nikah? Wah selamat dong kalau gitu."

Davinsha kemudian meraih tangan Kennan. "Ken, ini Mas Giri. Dulu kakak tingkat di kampus. Ini istrinya. Aku nggak ngeh. Pernah ketemu sama.... siapa tadi? Winda ya? Iya pernah ketemu nggak sengaja gitu di supermarket. Trus kalo nggak salah kamu juga pernah ikut penggalangan dana di Lebak Bulus kan waktu itu. Di rumah Tante Yvonne Limantara kan?"

Lagi, Winda hanya mengangguk kaku.

"Ternyata dunia sempit banget ya?" nada suara Davinsha terdengar takjub. Lalu ia beralih ke Giri. "Kok Mas Giri nggak ngundang aku sih?"

Davinsha kemudian mengulurkan tangannya ke arah Winda. "Kita belum kenalan secara proper kan? Aku Davinsha."

Ragu, namun Winda menyambut uluran tangan Davinsha. "Winda."

"Ini suamiku,"

Kennan dengan santai mengulurkan tangannya ke arah Winda dan Giri secara bergantian. Saat mengulurkan ke arah Winda, lelaki itu tersenyum. Namun ketika beralih ke Giri, tatapan lelaki itu berubah tajam.

Kennan tahu persis siapa lelaki yang ada di hadapannya itu. Seingat Kennan, lelaki inilah yang membuat Davinsha dulu patah hati. Kennan sudah kerap mendengarkan nama itu. Namun baru kali ini dia benar- benar bertemu muka dan melihat wajah Giri dengan jelas.

Bisa dibilang, Kennan memang lebih ganteng. Tapi karisma yang dimiliki Giri memang pantas membuat perempuan bertekuk lutut. Untung saja sekarang ini ia sudah mengamankan Davinsha. Perempuan itu sudah jadi milik Kennan seutuhnya. Dan dirinya pun telah dimiliki Davinsha sepenuhnya. Jadi tidak ada waktu untuk merasa kuatir. Atau waswas.

"Baby, janji kita sama dokter Ethan sudah mau lewat ini," Kennan memperingatkan istrinya.

"Oh ya," gumam Davinsha. "Kalau gitu aku permisi dulu ya, Mas Giri. Winda. Kapan- kapan kalau kita ketemu, kita harus ngobrol ya, Winda!"

Winda mengangguk saja. Kennan mengangguk sebelum lanjut mendorong kursi roda istrinya menuju poli kandungan. Diikuti tatapan dua pasang mata dengan dua perasaan yang berbeda.

****

Hening membungkus keduanya ketika berada di dalam mobil. Isi kepala Winda pun berkecamuk. Apa yang barusan ia lihat? Kalau dirinya tidak salah mengartikan dari sorot mata berbinar penuh damba milik suaminya yang ditujukan pada perempuan lain.

Dan perempuan itu kebetulan adalah mantan kekasih Giri. Kebetulan orangnya juga ramah, menyenangkan, elegan. Akan berbeda keadaannya bila Davinsha adalah tipikal perempuan cantik yang angkuh. Akan mudah bagi Winda untuk tidak menyukainya.

Tapi kenyataannya tidak begitu.

Kenyataannya Davinsha Lalitavistara memang pantas dicintai. Karena dia tak cuma cantik. Dan sepasang mata suaminya itu tidak bisa berbohong.

Sangat terlihat jelas di sana, bahwa perasaan Giri masih tertinggal pada sosok tersebut. Saat ini mungkin saja Winda bisa memiliki raga Giri. Bisa merasakan sentuhan lelaki itu, tapi apa mungkin dia bisa memiliki hati suaminya itu?

It's Start With Broken Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang