Salah satu hal yang membuat Giri paling sedih manakala pagi datang adalah ketika dia tidak melihat Winda ada di sampingnya.
Padahal setelah hubungan mereka mengalami kemajuan seperti beberapa hari yang lalu, sebelum Winda minggat karena cemburu melihat Giri menatap Davinsha dengan cara seperti seorang kriminal yang melihat benda berharga, Giri selalu mendapatkan pemandangan bagus setiap bangun tidur.
Ada Winda yang terbaring di sampingnya. Terlelap dalam damai. Cantik dan lembut. Bisa disentuh dan dinikmati kapanpun Giri mau. Kalau dipikir- pikir, Winda belum pernah menolaknya.
Dan sekarang, semakin dipikirkan, semakin rindu Giri terasa membara membakar dadanya. Dalam hati, lelaki itu berjanji, kalau ia sembuh, akan dijemputnya Winda ke Subang. Kemungkinan dia akan mengajak istrinya itu buat staycation di sebuah resort di Sukabumi. Dekat- dekat seputaran Geopark Cileteuh. Mungkin dia akan mengurung mereka berdua selama paling tidak dua mingguan. Sampai Giri puas melampiaskan rindunya yang begitu dalam dan menggebu.
Giri membuka matanya pagi itu. Mengerang akibat rasa pusing yang seolah menghantamnya secara tiba- tiba. Keinginannya untuk kembali memejamkan matanya guna meredam rasa sakit yang menjalari kepalanya, kemudian ke seluruh tubuhnya, dikalahkan oleh tuntutan panggilan alam. Kandung kemihnya penuh. Otomatis dia harus segera sampai di toilet.
Tertatih- tatih, pria itu mencoba turun dari ranjang. Berjalan mirip pria tua renta menggeret tiang infus sambil kepayahan. Rasa- rasanya letak kamar mandi begitu jauh.
Setelah sampai tempat tujuan, Giri hampir menangis karena bersyukur bisa membuang najisnya di tempat yang tepat. Lega.
PR- nya adalah bagaimana caranya supaya dia sampai kembali di ranjangnya. Rasanya kepala seperti dipukul- pukul pakai godam raksasa. Tapi tidak mungkin Giri mau terkurung di kamar mandi yang meskipun wangi, tapi tetap saja bukan jenis tempat yang nyaman dan ideal untuk beristirahat.
Betapa sengsaranya hidup Giri saat ini. Seharusnya kalau dia tidak semberono, pasti sekarang dirinya sedang berada di kamar tidurnya di apartemen Kalibata. Di dalam selimutnya yang hangat, tebal, dan nyaman, bersama seorang istri cantik dalam pelukan.
Yah, Giri memang mengakuinya. Bahwa perempuan yang dinikahinya memang cantik. Seharusnya dia bersyukur. Bukan malah cari perkara.
Habis bagaimana lagi? Tidak setiap hari dirinya bertemu mantan terindahnya. Sebagai pacar, memang Davinsha yang meninggalkan kesan mendalam di dalam lubuk hati Giri yang paling dalam. Tapi Giri tahu diri, dia tidak mungkin menengok lagi ke belakang. Ke masa- masa di mana dirinya menjadi pejuang cinta untuk Davinsha. Walau faktanya, Giri tidak pernah memperjuangkan perempuan itu. Itulah satu- satunya hal yang membuat Giri menyesal.
Akan tetapi, hari ini penyesalan itu telah berganti menjadi rasa syukur. Karena Davinsha yang mendapatkan pasangan yang benar- benar mencintainya dan menjaga perempuan itu dengan sepenuh jiwa raga.
Dan sekarang adalah giliran Giri untuk meninggalkan masa lalunya itu. Kemudian menjalani bagiannya, yaitu membahagiakan perempuan yang telah dinikahinya.
Bersamaan dengan tekad yang bulat, Giri berhasil mengeluarkan dirinya, berikut dengan tiang infusnya. Di ambang pintu dia tertegun. Nun di situ, tidak sampai dua langkah jauhnya, berdirilah sosok yang ternyata amat sangat ia rindukan.
Winda dalam balutan gamis hitam dan pasmina warna peach, berdiri dengan wajah tertegun- tegun. Matanya yang basah lurus menatap sosok Giri yang terlihat kurus dan amat kesakitan.
"Win...."
"Mas Giri....." Winda menekap mulutnya. "Astaghfirullah, Mas...." Perempuan itu menghambur ke pelukan Giri. Ia kemudian tersedu- sedu di pelukan lelaki itu. Membuat tubuh Giri yang masih lemah, limbung, dan keduanya nyaris saja jatuh berimpitan di lantai rumah sakit yang dingin itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
It's Start With Broken
Roman d'amourSetelah perceraiannya dengan mantan suami yang abusive, Arawinda Niwatasari berjuang untuk memperbaiki hidupnya lagi. Dia menjadi seorang asisten pribadi bagi seorang perempuan di kursi roda. Hanya saja, sang perempuan mempunyai adik yang sangat men...
