"Kamu masih mau honeymoon gak, dek?"
Setelah kejadian kecelakaan kemarin, mereka memang belum mendiskusikan soal honeymoon lagi. Sekarang sudah sebelas hari terlewati pasca kecelakaan itu dan keadaan Sera sudah lebih baik dari sebelumnya.
"Mauu, tapi yang deket aja, kak." Balas Sera.
"Gak mau ke luar negeri?"
Sera berdengung. "Mau sih..."
"Mau kemana?"
"Bingung."
"Lah..."
Kemudian tidak ada balasan lagi, mereka berdua sibuk dengan pikiran masing-masing sambil menatap langit-langit kamar. Keduanya baru saja menyelesaikan makan malam sambil menonton bersama, omong-omong.
Tiba-tiba saja Sera membalik tubuhnya jadi tengkurap, menatap Sadewa yang lagi rebahan dengan satu tangan di belakang kepala menjadi alas.
"Review setelah hampir sebulan nikah sama aku dong." Tanya Sera sambil tersenyum lebar.
Sadewa melirik sekilas. "Kamu bikin ribet."
Senyuman Sera langsung luntur. "Ih kok gitu..."
"Soalnya kamu cantik setiap hari bikin ribet perasaan aku aja, jiaakhh."
"Tai banget emang." Gerutu Sera kesal. "Seriusss!!!"
"Ya apa yang mau di review, sayang?" Kekeh Sadewa sambil mencubit-cubit gemas pipi tembam Sera. Sepertinya sampai kapanpun Sadewa tidak akan bosan dengan pipi bakpao suaminya ini.
Sera bergerak mendekat, kini posisinya berubah menjadi tengkurap di atas Sadewa. Kepalanya bertumpu di atas lipatan tangannya di atas dada Sadewa dan satu tangan Sadewa melingkar di badannya, sementara tangan lainnya masih mencubit-cubit pelan pipinya.
"Mau apa?" Tanya Sadewa lembut.
Sera bergumam samar, "aku kangen deh."
"Kangen mami?"
"Kangen kamu."
"Kita udah senempel ini masih kangen?" Kekeh Sadewa.
"Masih."
"Ais mau aku ngapain?"
"Mau cium."
"Deketan sini."
"Gak mau aku yang gerak duluan."
Sadewa dengan sigap memegang kedua pinggang Sera, kemudian dia menggulingkan tubuhnya ke samping membuat Sera kini terlentang di atas kasur dengan dirinya mengukung lelaki itu.
"Aku beneran ngeribetin kamu ya selama hampir sebulan nikah ini?" Tanya Sera setelah posisi wajah Sadewa tepat di atas wajahnya, membuat mereka saling bertatapan.
Sadewa tersenyum. Rupanya Sera kepikiran karena ucapan kalimatnya barusan. Kalau didukung dengan semua sikap manjanya, sudah pasti sih Sera bakal mikir kalau dirinya itu sudah menyusahkan suaminya.
"Iya." Jawab Sadewa lugas.
Bibir Sera melengkung sedih. "Maaf ya..."
Alih-alih bertanya 'beneran?' atau menyangkal 'mana ada aku ngeribetin!', Sera justru menerima dan meminta maaf.
"Tapi aku suka,"
"Huh?"
"Aku suka direbetin sama kamu." Ujar Sadewa, mengulang kalimatnya lebih jelas. "Mau ngeribetin kayak gimana lagi ayo aku turutin."
Alis Sera menekuk. "Kok malah mau diribetin sama aku?"
"Soalnya aku sayang kamu."
"Gak nyambung!" Sentak Sera kesal.
KAMU SEDANG MEMBACA
cliché
Fanfiction[sunsun] tentang sera yang tiba-tiba dilamar sama tetangga yang sekaligus merangkap sebagai teman kecilnya. emang takdir kadang selucu itu. • bxb. boyslove. homo. jomok. BACA TAGS PLEASE. • slight heejake & jaywon. • (kinda) slowburn. • dldr.
