05

5K 489 19
                                        

Terhitung sudah seminggu ini Sera luntang-luntung doang di rumah. Dia sangat menikmati waktunya sebagai pengangguran yang belum wisuda.

Hari-harinya dihabiskan untuk makan, tidur, nonton, repeat. Begitu terus sampai punggung dan pinggangnya terasa pegal. Padahal Sera belum mengurus berkas pendaftaran wisuda, tapi dia bisa sesantai ini.

Malam ini, Sera berencana mau begadang karena ingin namatin drakor yang sudah dia tabung episodenya sejak lama.

Hapenya berdenting, tanda ada pesan masuk. Sera yang lagi fokus nonton pun langsung berdecak setelah melihat siapa pengirim pesan itu. Nama 'Sadewa' tertera disana.



Sadewa : p

Sadewa: dmn cil

Sera: apaan

Sadewa: baca chat gue di atas

Sera: apaansi tiba tiba nanya dimana

Sadewa: jawab aja

Sera: lg nonton jgn gnggu

Sadewa: lo dmn

Sera: ck

Sera: kamar

Sadewa: oh

Sera: GAK JELAS

Sadewa: lo knp marah marah trs sih tiap ngomong sama gue

Sera: lo nyebelin

Sadewa: padahal gue gak ngapa ngapain

Sera: berisik lu

Sadewa: tuh kan

Sera: TO THE POINT AJA SADEWA

Sadewa: heh gue lebih tua dari lo

Sera: bicik

Sadewa: turun sini, mama bawa oleh oleh dari belgia

Sadewa: lo kmrn nitip coklat kan

Sera: OMGGGG

Sera: wait gue turun

Sera: eh

Sera: lo di bawah?

Sadewa: iya buruan sini

Sera: gajadi ah ntar aja pas lo udah pulang

Sadewa: astaga najis bgt kayanya sm gue

Sera: bodo. pulang sana

Sadewa: lo knp sih? akhir akhir ini kaya ngindarin gue terus

Sera: biasa aja tuh

clichéTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang