38

1K 74 10
                                        

Sesi honeymoon mereka berlalu dengan... lancar.

Kalau Sera yang hampir setiap hari merengut karena setiap kali mereka keluar selalu ada orang-orang yang genit Sadewa termasuk lancar...

Lancar membuat Sadewa harus sering-sering menenangkan suaminya yang cemberut, menarik tangan Sera untuk lebih mendekat, atau berbisik geli di telinganya bahwa tidak ada yang lebih cantik dari wajah manyun milik Sera.

Kadang, Sadewa hanya tertawa melihat ekspresi kesal itu, lalu menggandeng Sera erat-erat seolah ingin mengumumkan pada dunia bahwa lelaki ini, yang sedari tadi bermuka masam, adalah miliknya.

Namun, Sera merasa lega karena Sadewa tidak menggubris godaan-godaan itu, tidak menoleh dua kali, tidak tergoda membalas. Hanya senyumnya yang tetap ramah, tapi tangannya tidak pernah lepas dari pinggang Sera.

Dan kalau malam datang, di saat hanya ada mereka berdua di kamar hotel yang temaram, kemarahan kecil itu mencair, tergantikan oleh tawa, cerita, dan kecupan-kecupan lembut yang membuat Sera lupa bahwa dia sempat marah.

Lancar. Sungguh lancar.

Dan sekarang, Sudah sudah 2 minggu terlewati semenjak honeymoon mereka. Sadewa sudah kembali bekerja seperti biasa, dan Sera hanya berdiam diri di rumah, namun sesekali dia pergi keluar untuk membunuh rasa bosan.

Terkadang Sera akan mampir ke butik mama Anya atau mengganggu mami yang sedang bekerja. Terkadang juga dia akan ke kantor Sadewa, tapi bukan untuk mendatangi suaminya, namun untuk mengganggu Jevian alias kekasih abangnya itu.

Juna baru saja wisuda tepat satu minggu setelah kepulangannya dari Swiss kemarin. Sekarang dia sedang sibuk mencari kerja dan dengan bantuan koneksi Julian, tentu saja.

Sementara Noah, dia langsung mendapatkan posisi magang di kantor Sadewa setelah lulus. Lelaki itu termasuk betuntung karena kantor Sadewa jarang membuka lowongan untuk magang karena rata-rata yang mereka terima sudah berpengalaman semua.

Hari ini Sera sedang malas keluar. Cuaca di luar sangat panas, maklum sudah masuk musim kemarau. Dari pada dia mati kekeringan di luar, mending dia di rumah saja ditemani hawa dingin AC dan cemilan ringan.

"Ini grup emang baru debut, Ju?" Tanya Sera dengan mata yang fokus menonton MV salah satu grup K-pop lewat televisi.

Juna yang lagi sibuk ngupasin kulit kacang rebus lantas mendongak sekilas. "Enggak, udah dari 2020 itu."

Hari ini Juna kembali datang berkunjung. Katanya dia stress soalanya setiap hari ngeliat LinkedIn & Jobstreet, makanya datang ke rumah Sera buat nyari hiburan. Temannya sisa 1 doang, yang 1 lagi kan udah keterima magang.

Padahal Juna juga mau magang di kantor suaminya Sera itu soalnya gajinya lumayan BANGET untuk seukuran anak magang. Sayangnya, jurusan dia tidak memenuhi kualifikasi yang mereka cari untuk posisi magang.

"Ganteng ya si Jake Jake itu."

"Iya, bule tuh."

"Mereka kapan konser? Gue mau dateng." Kata Sera penuh semangat.

Juna mendelik. "Buru-buru amat."

"Pengen liat Jake."

"Konsernya udah lewat, nanti ada lagi tahun depan kayaknya," balas Juna. "Lo koleksi photocards aja dulu, mayan bisa liatin muka gantengnya lewat kertas."

Alis Sera menekuk. "Itu apaan?"

"Ya... kayak foto biasa, terus dicetak."

"Ih mau dong, beli di mana itu?"

"Di syopi juga banyak sih, tapi orang-orang biasanya join group order gitu."

Akhirnya Juna menjelaskan sistem group order, cara membeli photocards di GO, cara membedakan photocards yang asli dan tiruan, dan cara pengirimannya yang memakan waktu kurang lebih satu bulan karena pengirimannya dari luar negeri.

clichéTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang