KUKKURUYUUUUUUUUUUKKKK!!!
"Alden! Ponsel kamu bunyi tuh," panggil Lili.
"Iya, Teh! Sebentar! Aku lagi marahin si Jalu dulu!" balas Alden, dari arah halaman belakang rumah.
Lili pun mengerenyitkan keningnya. Ia segera meraih ponsel Alden yang tergeletak tak berdaya di atas meja. Saat melihat siapa nama peneleponnya, Lili pun langsung berubah sumringah luar biasa.
"Assalamu'alaikum, Denis," sapa Lili, lembut bagai kapas, manis bagai gulali.
Denis pun segera menjauhkan ponselnya dari telinga, untuk memastikan bahwa dirinya tidak salah menghubungi nomor saat itu akibat kepalanya yang sedang nyut-nyutan karena flu.
"Wa'alaikumsalam. Ini, Teh Lili?" tanya Denis.
"Iya atuh, ini Teh Lili. Masa si Jalu. Memangnya si Jalu bisa bilang assalamu'alaikum, gitu?" jawab Lili, sebal.
Denis pun terkekeh, setelah mendengar nada-nada sebal nan manis dari Lili.
"Bukan begitu, Teh. Cuma takutnya si Alden lagi iseng dan menjawab pakai voice app yang bisa mengubah-ubah suara itu. Kalau Teh Lili sendiri yang menjawab, ya, alhamdulillah," jelas Denis, sambil berguling-guling di atas tempat tidurnya yang kusut.
Lili pun tersenyum salah tingkah sambil menggigit ujung jarinya sendiri. Alden--yang sudah sejak tadi berada di belakang Lili--hanya bisa pasrah dan membiarkan Kakaknya tertular penyakit kejiwaan dari Denis.
"Jadi, kamu teh mau ngomong sama Alden?" tanya Lili.
"Enggak usah sekarang mah, Teh. Aku mau ngomong sama Teteh aja. Bosan ngomong sama Alden, udah hampir tiap hari," jawab Denis.
Alden pun segera merebut ponselnya dari tangan Lili, sambil memperlihatkan kedua matanya yang menyipit.
"Oh, gitu? Udah bosan ngomong sama gue?" sindir Alden.
"Alden, ih! bikin Teteh kaget aja!" seru Lili sambil memukul bahu Alden.
"Eh ... bukan begitu Al. Bukan begitu maksud gue," Denis mendadak gelagapan.
"Hm ... mulai songong lo, ya. Mulai berani bilang bosan ngomong sama gue," Alden sengaja menakut-nakuti Denis.
"Bukan gitu, Al. Gue ... gue ...." ujar Denis terbata-bata.
"Lo telepon pagi-pagi begini mau apa? Bukannya nanti siang kita bakalan ketemu di rumahnya Day?"
"Itu dia, Al. Gue mau bilang kalau hari ini gue enggak bisa ikut, soalnya gue lagi sakit. Gue kena demam dan flu," jawab Denis.
"Yakin sakit? Tadi ngomong sama Teh Lili langsung sehat wal 'afiat lo," Alden kembali menyindir.
"Bukan gitu, Al ... ."
"Denis, ini bye-bye fevernya. Pakai cepat biar demam kamu turun," perintah Ibunya Denis.
"Ih, enggak mau. Aku bukan bayi," balas Denis.
"Pakai!"
Alden terkikik geli saat mendengar Denis dipaksa memakai bye-bye fever. Ia langsung mematikan telepon dan menghubungi Iqbal.
"Halo, Al. Assalamu'alaikum," sapa Iqbal, berbunga-bunga.
"Wa'alaikumsalam. Bisa jangan bikin kuping gue bisulan, enggak? Kuping gue mendadak bisulan nih, gara-gara cara lo ngomong kayak Mamah Dedeh," balas Alden.
"Ck! Bisa-bisanya kuping lo bisulan gara-gara suara gue yang indah ini, Al! Enggak masuk akal!" tolak Iqbal.
"Bodo amat! Nih, dengar baik-baik. Rafa sakit dan Denis juga sakit. Kita kayaknya batal kumpul di rumah Day. Kabarin yang lain, kita kumpul lewat zoom aja biar bisa belajar bersama meski ada yang sakit," ujar Alden.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sohib By Accident
Humor[COMPLETED] Ini kisah anak SMA yang benar-benar di luar dugaan. Percayalah, tidak akan ada yang percaya kalau ini kisah anak SMA. Bahkan, penulisnya pun ragu kalau mereka adalah anak SMA. Tapi, inilah kisah anak SMA. Jika ingin protes, katakanlah pa...
