CHAPTER 40

47 5 0
                                        

Bu Rina masuk ke kelas 10 IPA 2 untuk melaksanakan ujian praktek Bahasa Indonesia, pagi itu. Setelah kemarin semua jam pelajaran dijarah oleh Pak Arman, kini semua jam pelajaran akan dijarah oleh Bu Rina.

"Oke, semuanya. Hari ini kita akan melaksanakan ujian praktek Bahasa Indonesia, yaitu membuat kutipan. Ada yang masih ingat, apa itu pengertian kutipan?" tanya Bu Rina.

Daira pun segera mengangkat tangannya.

"Iya, Daira. Silakan menjawab."

"Kutipan adalah pengulangan satu ekspresi sebagai bagian dari yang lain, terutama ketika ekspresi yang dikutip itu terkenal atau secara tersurat dihubungkan dengan kutipan ke sumber yang asli, dan ditandai oleh tanda kutip," jawab Daira.

"Iya, bagus sekali Daira. Jawabanmu tepat. Nah sekarang, Ibu mau kalian semua membuat kutipan yang berisi sebuah pesan moral. Satu orang harus membuat sepuluh kutipan. Batas pengumpulannya satu jam dari sekarang," ujar Bu Rina.

Bu Rina pun keluar dari kelas itu dan akan menuju ke kelas 10 IPA 1, 10 IPS 1, dan 10 IPS 2. Farhan mengeluarkan buku tulisnya sambil menatap ke arah Daira.

"Kutip itu bukan yang selalu dilakukan kalau ada lubang kecil, ya, terus kita melihat ke dalamnya?" tanya Farhan.

"Itu intip, Farhan, bukan kutip! Tolong, ya, masih pagi nih. Jangan bikin gue naik darah!" omel Daira.

Farhan pun terkekeh senang, saat melihat Daira mengalami darah tinggi pagi itu. Daira baru akan mulai menulis, ketika ponselnya terdengar mengeluarkan suara notifikasi. Begitu pula dengan ponsel milik Farhan, sehingga akhirnya mereka berdua membuka ponsel bersama-sama.

Al💘Killa
KUTIPAN : "Jika dengan menyakitiku kamu bisa mendapat uang banyak, maka lakukanlah. Setelah itu bagi dua uangnya, ya."

Daira kembali naik darah, usai membaca kutipan yang Alden buat. Farhan tertawa sambil menggeleng-gelengkan kepala. Ia mengetik sesuatu pada ponselnya, begitu pula dengan Daira.

Farhan💙Ayu
KUTIPAN : "Manusia boleh berencana, tapi isi dompet juga yang akan menentukan."

Daira pun menatap ke arah Farhan, yang kini sudah tertawa geli di mejanya sendiri.

"Lo sama Alden tuh memang selalu bikin gue naik darah, ya!" gemas Daira.

Sebuah notifikasi kembali masuk ke ponsel mereka.

IqbalKesayanganShena
KUTIPAN : "Jika seseorang melemparmu dengan batu, maka balaslah dengan melempar bunga. Tapi jangan lupa, lempar sekalian dengan potnya."

DenisnyaLili
KUTIPAN : "Seberat apa pun masalahmu, jangan ditimbang. Soalnya enggak bakalan laku."

Rafa💞Day
KUTIPAN : "Jika kamu merasa stress karena tugas menumpuk, kamu hanya perlu tenang. Lalu cobalah dijejerin tugasnya, biar enggak menumpuk."

Ayu💙Farhan
KUTIPAN : "Jangan biarkan temanmu sendirian. Teruslah ganggu hidupnya, biar dia enggak merasa sendirian."

Daira pun memegangi lehernya yang kini sudah tegang, akibat kesal membaca semua kutipan yang masuk ke ponselnya. Ia benar-benar gemas dan mulai mempertanyakan, mengapa ia bersedia menjadi sahabat enam orang tidak waras seperti mereka.

Day💞Rafa
KUTIPAN : "Masih gue lihatin. Kalau sampai darah gue beneran naik, bakalan gue jemur lo berenam di bawah tiang bendera!!!"

Farhan pun segera memasukkan ponselnya ke dalam tas, dan Daira yakin bahwa itulah juga yang saat ini dilakukan oleh yang lainnya. Mereka kini mulai menulis ujian praktek Bahasa Indonesia yang Bu Rina berikan. Tak lama kemudian, terdengarlah suara Bu Rina yang sepertinya sedang marah-marah. Ternyata benar, Bu Rina sedang marah pada Briana di kelas 10 IPA 1 dan menyeret gadis itu ke tengah lapangan basket.

Sohib By AccidentTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang