"Kita mau kemana lagi sih, Mohan?" Kesal Aqeela.
"Ikut gue, kita ketempat yang indah. Pasti lo suka!"
"Harusnya nih ya, pulang sekolah gini gue udah rebahan cantik dikamar gue."
"Berisik, Aqeela. Lo 'kan di bonceng sama gue jadinya diem aja, gak akan capek juga."
"Lo juga berisik ya! Dasar mulut rombeng!"
"Ngaca! Mulut lo tuh udah kayak lonceng gereja."
"Lah, masih mending gue lonceng, lo kayak toa masjid!"
Aqeela dan Mohan lagi diatas motor dan Mohan menjalankan motornya dengan kecepatan sedang.
"Gak fokus gue bawa motor, kalau lo ngomel gini, Aqeela."
"Iya, gue diem!"
Selama perjalanan Aqeela menepati ucapannya yang akan diam tanpa banyak bicara lagi.
•••
Aqeela menatap sebuah danau yang berwarna biru dengan takjub. "Bagus banget, Mo!" Pekik Aqeela sambil bertepuk tangan.
"Nah, makanya apa gue bilang lo pasti suka."
Mohan mengajak Aqeela berbaring disebuah rerumputan hijau yang segar. "Sini,"
Aqeela mengangguk kepalanya dan berucap. "Tahu darimana lo tempat sebagus ini? Kenapa gak pernah ngajak gue?"
"Dari Instagram, baru tahu kemarin,"
Aqeela menghadap ke arah Mohan dan memicingkan matanya menatap curiga. "Masa? Atau jangan-jangan lo udah pernah ngajak cewek kesini?"
"Cewek mana sih, Aqeela. Nggak ada,"
Angin kencang menerpa wajah mereka berdua yang sedang memejamkan matanya menikmati keindahan danau biru dan aroma khas dari bunga-bunga didekat mereka yang memanjakan rongga hidung mereka.
"Sebelum maghrib pulang ya, Mo," celetuk Aqeela.
"Yah, padahal gue ngajak lo kesini mau lihat sunset,"
"Nggak enak aja kalau pulang malem-malem, ngeri tahu disini kalau malem,"
"Kan ada gue, jadi lo aman. Lagian kenapa sih mau pulang sebelum maghrib, kayak shalat aja lo," kekeh Mohan.
"Ya, apalagi lo. Gak akan shalat!"
"Eh,"
Sambil menunggu sunset datang mereka berdua berfoto-foto buat moment, karena moment yang indah gak akan pernah datang dua kali.
"Mohan, Aqeela," panggil seseorang di belakang mereka.
Mereka berdua menoleh kearah sumber suara. "Haikal? Lo ngapain kesini?"
Haikal duduk di samping Aqeela. "Lihat pemandangan lah, ini kan tempat umum jadi bebas dong gue kemana aja,"
"Aneh aja tiba-tiba ketemu, itu maksud pertanyaan gue," ucap Mohan.
"Kebetulan,"
"Lo sendirian, Kal?" Tanya Aqeela.
"Iya sendirian, mau refreshing otak gue. Mumet dirumah,"
Aqeela dan Mohan berucap bersama. "Oh..."
"Lo suka sunset gak? Kalau suka bareng kita aja disini," ajak Aqeela.
Haikal menatap Mohan. "Suka. Tapi, gak ganggu kalian berdua 'kan, Mo?"
"Nggak lah, kayak sama siapa aja,"
Haikal melirik jam tangannya. "Sekitar 40 menitan lagi, gue ke indomar*t depan ya beli minum, kalian haus 'kan?"
"Iya haus, Mohan sih main ngajak kesini aja gak beli jajan dulu."
"Lupa, Qeel. Lo sih ngomel mulu di jalan tadi,"
"Gue titip jajan sama minum ya, Kal. Kalau minumnya rasa strawberry jangan yang lain," ucap Aqeela dengan senyumannya.
"Iya, Aqeela. Gue tahu.
•••
Haikal telah sampai di indomar*t dan memilih minuman dan camilan yang dititipkan oleh Mohan dan Aqeela.
"Haikal?" Ucap seseorang sambil menepuk pundaknya.
"Bang Shaka? Darimana Bang?"
"Baru pulang kerja, lo ngapain disini sendirian?"
"Tadi dari danau biru sih, Bang. Sama Mohan dan Aqeela juga."
"Oh, jadi mau kesana lagi?"
Dringgg!
"Bentar Bang, handphone gue bunyi," ucap Haikal.
"Mohan? Ngapain dia call gue?"
"Angkat aja dulu siapatau penting,"
Haikal menggeser tombol hijau di handphonenya.
"Kenapa, Mo? Ada masalah?" Tanya Haikal.
"Nggak kok, sorry ya, Kal. gue sama Aqeela pulang duluan, lagi ada urusan," jawab Mohan di seberang telepon.
"Katanya mau lihat sunset,"
"Lain kali aja, Kal. Penting banget ini, udah dulu ya. Gue tutup call nya."
"Oke, deh."
"Ada masalah, Kal?" Tanya Shaka.
Haikal menggelengkan kepalanya. "Gak ada, Mohan bilang mereka pulang duluan, udah itu aja."
"Jadi, lo mau kesana lagi gak?"
"Nggak deh, Bang. Keburu malem,"
"Ikut gue aja, kita party." Ucap Shaka sambil memperagakan lagi meminum sesuatu.
"Gas!"
•••
Diruangan yang minim cahaya, seorang lelaki yang lagi duduk sambil merokok dan minum-minum itu, menatap ke arah jendela kamarnya.
"Dia terlalu menarik untuk dimiliki orang lain," ucapannya sambil terkekeh tajam.
"Nggak ada yang bisa miliki dia, hanya saya yang boleh menikmati keindahan dirinya."
Dia menatap tajam dan menghembuskan nafasnya memburu.
"Sampai hari itu tiba, gak akan ada yang bisa halangi kita lagi, my little girl.
***
TBC
Cara nulis dering telepon gimana sih?😭
Jangan lupa ✨
Lagi sakit, diusahain update😌
See you🫶
KAMU SEDANG MEMBACA
Be Loved! [END]
Teen Fiction"Gue cinta sama lo." Ucap Mohan penuh penekanan. "Hah?" Pernyataan yang paling mengejutkan dalam hidup Aqeela ialah ketika sahabatnya menyatakan cinta. Bahkan mereka selalu bersama. "Lo terlalu jauh untuk gue gapai, Mo." "Iya tahu, sejauh itu kita b...
![Be Loved! [END]](https://img.wattpad.com/cover/362403558-64-k694358.jpg)