Chapter 31

1.4K 101 5
                                        

Happy reading💕🦋

***

"MOHAN!"

Aqeela berjalan cepat menghampiri Mohan yang berada di lapangan.

"Mohan, body lo bagus banget! Kalau butuh istri bilang ya..." Ucap seorang siswi dengan genit.

Aqeela mendengar ucapan itu menatap Mohan. "Mo!"

Mohan mencubit pelan hidung Aqeela dan menjawab ucapan siswi itu. "Nggak bisa. Punya Aqeela nih."

Aqeela mengulum senyumnya dan mengalihkan pandangannya dari Mohan.

"Kalau mau senyum, senyum aja. Nggak usah ditahan," kekeh Mohan.

"Nggak! Mana ada senyum!"

"Ah... Yang bener? Tuh, buktinya hidung lo kembang-kempis, haha."

"Nggak!"

"Qeel, hadap sini dulu coba," ujar Mohan dengan memutar tubuh Aqeela untuk menghadapnya.

Melihat Wajah Aqeela yang hanya sebatas pundaknya Mohan tersenyum gemas, ia mendekatkan wajahnya dan memicingkan matanya.

Sejuk udara pagi hari, mengalihkan atensi Mohan yang merasakan nafas hangat Aqeela.

"Kenapa, Mo?" Tanyanya.

"Gue cemburu." Jawab Mohan.

"Sama siapa?"

Mohan membenarkan helaian rambut Aqeela yang menutupi wajahnya dan matanya karena terpaan angin. "Rambut lo."

"Yang bener aja, Mohan!"

"Iya, bener."

Mohan membelai rambut Aqeela dan merapikannya. "Karena rambut ini, menghalangi pemandangan indah dari mata lo yang harusnya cuma natap gue."

"Segitu cemburunya ya? Gimana kalau sampai ada orang yang suka sama gue ya, gue penasaran juga reaksi lo." Ujar Aqeela dengan senyum mengejek.

"Lo beneran mau tahu?" Tanya Mohan balik.

"Iya!"

Tanpa mereka sadari banyak sekali siswa-siswi yang melihat kebersamaan mereka yang masih di tengah lapangan.

"Jangankan ada orang yang suka sama lo, orang nyebut nama lo aja gue cemburu."

"Yakin? Terus apa yang lo lakuin kalau emang beneran ada orang suka sama gue?"

"Singkirin."

Aqeela berkacak pinggang. "Masa sih? Dengan cara apa coba?"

"Cara gue lah! Lo nggak perlu tahu, dan itu semua biar nggak ada lagi yang muji lo cantik selain gue."

"Oh, wow! Nggak sekalian lo colok aja matanya?"

"Maunya sih lebih dari itu," jawab Mohan dengan santai.

"Obsessed with me, huh?"

"Me? Obsessed with you?"

Aqeela melipat kedua tangannya di dada dan menganggukkan kepalanya.

"Yes. Yes i am!"

Aqeela bertepuk tangan. "Posesif banget sekarang ya? Tapi, gue suka!"

"Harus, harus suka. Kalau nggak suka ya... Gue paksa lo sampai suka."

Teman-teman mereka yang berada di lapangan yang sedang latihan basket menatap drama mereka berdua, termasuk Salsa yang mengikuti Aqeela dari belakang.

"Udah nunjukin kepemilikan banget sekarang ya, Mo." Ujar Haikal.

Be Loved! [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang