Setelah mendapatkan telepon dari Dewi Mamanya Aqeela, mereka berdua langsung bergegas pulang dari danau biru.
Aqeea turun dan motor dan langsung berlari memasuki rumahnya dengan nafas memburu.
"Mama, kenapa call Aqeela? Katanya ada urusan mendadak? Oh, ada Bunda Ratna juga, ada masalah ya atau gimana?" Tanya Aqeela cepat sambil menatap Mamanya dan Bunda Mohan bergantian.
Mohan berjalan santai di belakang Aqeela tanpa bertanya, ada apa dan kenapa.
"Kenapa kalian gak bilang sama kami kalau adopsi anak?" Ucap Dewi dan Ratna serentak dan berkacak pinggang.
Aqeela dan Mohan saling bertatap. "Hah? Anak?"
"Iya! Trus anak kalian di tinggal pergi, nangis dia. Pacaran mulu kerjaannya!" Dengus Dewi.
"Mohan, kenapa diem aja?" Tanya Ratna.
"Mama sama Bunda ngomong apa sih, kami berdua gak ngerti!" Ucap Aqeela dan Mohan bersama.
"Kucing dikamar kamu itu punya siapa? Kalau bukan anak kalian berdua?" Tanya Dewi.
Aqeela menghembuskan nafasnya dan menatap datar ke arah Dewi. "Serius kami berdua diginiin?"
Aqeel mengguncang bahu Mohan. "Mo, kita berdua diginiin!" Kesal Aqeela.
"Itu punya Salsa, bukan anak kami berdua." Ucap Mohan menimpali.
"Oh... Kenapa gak bilang di telepon tadi," ujar Dewi dan Ratna.
"Mama gak nanya, bikin panik aja kirain ada apa. Padahal dikit lagi tadi,"
"Dikit lagi apa, Aqeela?" Tanya Dewi dengan tersenyum paksa.
"Sunset," jawab Mohan.
"Kirain dikit lagi jadian," ucap Ratna pelan.
"Kita berdua denger, Bunda..."
•••
"Ini lo gak salah mancing di kolam ikan rumah lo sendiri?" Tanya Aqeela menatap Mohan.
"Nggak lah, malahan kapan-kapan gue mau ngajak lo nyebur disini,"
"Dih, ogah! Percuma dong gue perawatan mandinya di kolam ikan,"
Mohan mengacak rambut Aqeela. "Nyebur Aqeela bukan mandi."
"Sama aja, sama-sama basah juga 'kan?" Sengit Aqeela.
Karena rencana mereka mau melihat sunset gagal dan ya sekarang mereka sedang mancing di kolam ikan rumah Mohan sendiri.
"Ini kita ngapain?"
"Mancing, Aqeela. 'kan lo tahu,"
"Gabut banget, gak ngapa-ngapain."
"Emang lo mau ngapain?"
Aqeela mengayunkan kakinya di kolam.
Aqeela menggelengkan kepalanya dan berucap." Menurut lo gue bakal jadian gak sih sama David?"
"Tiba-tiba banget nih?" Heran Mohan.
"Ya, secara 'kan kita udah deket, jalan bareng, pulang bareng. Bisa jadian gak sih?"
Mohan berdehem pelan. "Nggak semua cowok yang deketin cewek itu ngajak pacaran, Qeel."
KAMU SEDANG MEMBACA
Be Loved! [END]
Fiksi Remaja"Gue cinta sama lo." Ucap Mohan penuh penekanan. "Hah?" Pernyataan yang paling mengejutkan dalam hidup Aqeela ialah ketika sahabatnya menyatakan cinta. Bahkan mereka selalu bersama. "Lo terlalu jauh untuk gue gapai, Mo." "Iya tahu, sejauh itu kita b...
![Be Loved! [END]](https://img.wattpad.com/cover/362403558-64-k694358.jpg)