Chapter 56

798 66 14
                                        

Nafas ngos-ngosan dan berkeringat dingin, Aqeela terduduk sambil memegang dadanya yang sesak.

Airmata menetes tanpa bisa dicegah, tangannya memucat dan bergetar.

"Mo," panggilnya.

"Mohan..."

"Heii?" Sahut Mohan di ambang pintu, karena pintu kamar Aqeela terbuka.

Air matanya terus menetes dan Mohan menghampiri kemudian mengusap air matanya.

"Kamu kenapa? Cerita sama aku,"

Ditanya kenapa Aqeela semakin menangis sejadi-jadinya.

"K-kamu nggak boleh ketemu Farel!" Ucapnya.

"Kenapa nggak boleh?" Tanya Mohan pura-pura bingung.

Padahal dia sudah mengetahui semua hubungan antara kekasihnya dan teman dekatnya.

Setelah dia menangis di sekitar hutan semalam dan diikuti oleh Miko, dia mendengar nasihat dari Miko.

Mohan kembali teringat ucapan Miko yang terngiang-ngiang di telinganya.

•••

"Mohan, dengerin gue. Tetangga lo ini, yang udah ngangap lo sebagai adek gue."

Mohan mengangguk patuh.

"Jangan apa-apa selalu pakai emosi, Farel orangnya tenang. Tenang banget sampai orang-orang mengira dia nggak pernah marah 'kan?"

"Iyaa,"

"Lo nggak usah samperin dia atau ngelabrak dia segala macem, lah. Lo cukup pantau pergerakan dia."

"Kalau dia yang macem-macem?"

"Maka dari itu lo pantau. Lo cinta sama Aqeela?"

"Cinta."

"Perjuangin! Jangan mau kalah sama orang lain yang baru dikenal Aqeela. Lo ingat pesan gue, jangan bawa emosi. Trust me, orang tenang akan selalu menang."

"Pulang ya, gue ikutin lo dari belakang."

•••

Aqeela mengibaskan tangannya ke wajah kekasihnya. "Mohan..."

Mohan tersentak dan menjawab. "Ya, Sayang? Apa tadi? Oh iya, kenapa aku nggak boleh ketemu Farel?"

"Dia bahaya."

"Dia temen aku, aku nggak takut sama dia," ujar Mohan sambil tertawa.

"Mimpi apa tadi, hm?" Lanjutnya.

"Kamu ninggalin aku, akhir-akhir aku mimpi buruk terus tentang kamu, aku takut."

"Kalau mimpinya kehilangan berarti aku nggak ninggalin kamu, Aqeela. Masa itu aja nggak tahu sih?!"

"Iihhh! Aku serius!"

"Iya-iyaa,"

"Udah pakai seragam aja, berangkat sekarang?"

"Nggak usah sekolah hari ini, kamu sakit. Badan kamu panas banget, tadi aku udah buatin sarapan sama Mama."

"Oke, deh!" Ucap Aqeela kegirangan.

Mohan menggelengkan kepalanya. "Giliran nggak sekolah kesenangan."

•••

Setelah mandi, Aqeela menggunakan dress berwarna baby blue.

Mereka sarapan bersama di meja makan.

"Makan yang banyak biar naikin mood," ucap Dewi sambil mengambilkan Aqeela dan Mohan nasi goreng.

Be Loved! [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang