Chapter 39

1.2K 74 11
                                        

Selamat membaca💕

***

Mohan dan Aqeela tiduran di rerumputan taman belakang rumah Mohan, dengan menatap view langit berwarna hitam, dan sedikit berwarna jingga. Tapi, indah karena adanya bulan berbentuk sabit, dan hamparan bintang-bintang.

Mohan dan Aqeela tiduran tepat dibawah bulan berbentuk sabit yang menambah kesan indahnya kisah cinta antara mereka berdua.

Tangan kanan Mohan menengadah ke atas menggenggam jari-jemari nya, terkecuali keliling, dan diikuti oleh tangan kiri Aqeela.

Tangan kanan Mohan menengadah ke atas menggenggam jari-jemari nya, terkecuali keliling, dan diikuti oleh tangan kiri Aqeela

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Dan terbentuk seperti finger heart.

"Mo, kalau dikasih pilihan lelaki seperti apa yang mau gue temuin di bumi ini, gue akan tetap milih lo di setiap kehidupan gue." Ucapnya sambil menatap Mohan.

"Itu balasan dari ucapan gue tadi?" Tanya Mohan memastikan.

Aqeela terkekeh kecil. "Iya, lo senang kan?"

"Senang banget! Semua tentang lo, dan apapun itu gue senang."

"Termasuk kekurangan gue?" Tanyanya.

"Dimana letak kekurangan Aqeela? Selama gue sama lo, gue nggak pernah nemuin itu," ucap Mohan menatap Aqeela.

Mohan terus menatap Aqeela padahal di depan matanya penuh dengan bintang-bintang yang indah, karena apa? Karena menurut Mohan Aqeela jauh lebih indah, dan istimewa dibandingkan itu semua.

"Pasti ada, Mo. Lo nggak nemuin apa pura-pura buta?"

"Kurang gede apa lagi bola mata gue, Qeel?"

"Kurang dong! Harusnya segini." Ucap Aqeela menunjukkan kepalan tangannya.

"Kalau segede itu lo juga nggak akan mau sama gue! Yang bener aja!"

Aqeela tertawa keras.

Untuk orang tua mereka, setelah acara kecil-kecilan Aqeela dan Mohan lanjut tiduran di rerumputan sedangkan orang tua mereka duduk santai di pinggir kolam, sambil bercengkrama, dan sesekali melihat ke arah mereka berdua.

"Iyalah! Nggak akan mau gue. Jelek banget, haha!"

"Dih! Mandang fisik." Sinis Mohan.

"Harus dong! Lo lupa kriteria gue?"

Mohan terdiam sejenak, dan menepuk kedua tangannya dengan keras sampai Aqeela terkejut. "Kenapa sih?" Tanya Aqeela.

"Wah, wah, wah, wah..."

"Apa sih, Mo?"

Mohan berdecak kagum, dan menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Apa?!"

Mohan menunjuk wajah Aqeela, dan terkikik geli. "Gue tahu sesuatu, Qeel!" Ucapnya heboh.

"Tahu apa?"

"Berarti kriteria lo selama ini, gue kan?" Tanya Mohan percaya diri.

Be Loved! [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang