Chapter 33

1.3K 115 16
                                        

Itu semua pernyataan, bukan pertanyaan.
Kalau lo nggak mau, gue paksa sampai mau.

~ Arya Mohan.

***

Jam belajar-mengajar sudah habis dan bell pulang sudah berbunyi.

Semua siswi berhamburan dan lumayan banyak yang berdesak-desakan buat pulang.

Aqeela keluar kelas dan melihat sekelilingnya tak ada Mohan yang biasanya menghampirinya.

"Pasti masih di kelas, ke parkiran duluan aja deh, nunggu dia disana." Monolog Aqeela.

"Qeel, gue mau ngomong." Ucap David memegang pergelangan tangan Aqeela.

David menggandeng tangan Aqeela ke lapangan yang ramai akan siswa-siswi, kebanyakan diantara mereka berhenti melangkah.

Aqeela melihat-lihat ke sekeliling lapangan yang dipenuhi orang-orang menatapnya, dia menjadi pusat perhatian sekarang.

"Mau ngomong apa, Dav? Jangan disini." Aqeela melepas pegangan tangan David.

"Disini aja."

Aqeela berdecak kesal, dan terpaksa menganggukan kepalanya.

"Gue suka sama lo, Qeel. Lo mau 'kan jadi cewek gue?" Ucap David lumayan keras.

"David," cicit Aqeel pelan.

"Gue sayang sama lo, gue nggak bisa nerima lo tiba-tiba jauhin gue, Qeel. Padahal baru semalem kita jalan bareng." Ucap David mantap dengan menatap kedua mata Aqeela, David tampak serius mengucapkannya.

Aqeela menggelengkan kepalanya. "Maaf, nggak bisa, Dav."

"Kenapa? Lo jauhin gue karena Mohan 'kan?" Tebaknya tepat sasaran.

"Ayo Aqeela, terima-terima." Sorakan orang-orang dilapangkan dengan nyaring.

"Gatel juga ya, padahal baru tadi pagi ada adegan romance sama Mohan. Udah ngembat cowok lain aja." Mereka menghina Aqeela.

Seseorang berjalan dengan kedua tangan di dalam kantong celana seragamnya, dengan bersiul pelan.

"Siapa yang ngizinin lo nembak milik gue?" Tanya dengan tajam.

David melepaskan tangannya yang memegang tangan Aqeela.

Matanya setajam elang itu menatap David seakan mengulitinya.

"Mohan," panggil Aqeela dengan menatapnya.

Mendengar panggilan Aqeela, Mohan menatapnya.

"Gue cinta sama lo." Ucap Mohan penuh penekanan.

"Hah?"

Pernyataan paling mengejutkan dalam hidup Aqeela ialah ketika sahabatnya menyatakan cinta. Bahkan mereka selalu bersama.

"Jadi milik gue, Qeel." Desak Mohan.

"T-tapi, nggak mungkin, Mo."

Aqeela menatap tak percaya ke arah Mohan. Aqeela bahkan tak mengedipkan matanya karena syok dengan pernyataan Mohan.

Be Loved! [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang