Chapter 60 [Tamat]

1.3K 66 9
                                        

Awal dari keindahan yang tercipta kini membutuhkan proses dan waktu yang sangat menyakitkan dari tentang kehidupan keluarga, pertemanan dan percintaan.

Tentang cinta dan perasaan bahkan perbedaan, semuanya telah diatur oleh semesta. Kebahagiaan yang sangat jelas terlihat diantara dua insan yang saling jatuh cinta.

Apa cinta harus memiliki? Harus. Bohong jika cinta tak harus memiliki, cinta tanpa perjuangan sama saja dengan kebohongan.

Keluarga kecil antara Mohan dan Aqeela kini telah bersiap-siap berangkat untuk pergi liburan.

Setelah menempuh perjalanan yang lumayan menguras waktu, kini mereka telah sampai di sebuah hotel berbintang lima.

"Kita nginap disini, Pa?" Tanya Aqeela.

"Iyaa, liburan ini 'kan ngerayain kelulusan kalian berdua." Jawabnya.

"Wihh, seru! Ayo, keluar."

"Udah di booking, Pa?"

"Udah, Mo."

"Jadi sekamar sama pasangan masing-masing ya?" Tanya Mohan.

"Iyaa, Mohan." Jawab Ratna.

Mata Mohan berbinar dan berucap. "Beneran?"

"Heii? Mikir apa kamu? Pasangan sah ya." Sahut Bima.

Ando mengepalkan tangannya dan melihat kepada Mohan. "Mau ini?"

"Boleh, asal dapatnya Aqeela!" Ujar Mohan sambil meletakkan tangannya di bahu Aqeela.

"Ditunggu effort nya."

Orang tua mereka berdua tersenyum misterius menatap Aqeela, sedangkan yang ditatap melongo tidak tahu apapun.

"Ini kenapa ya?" Tanya Aqeela menatap mereka satu-persatu.

"Masuk kamar. Istirahat dulu, nanti jam 8 malam kita ada acara, masih ada waktu 2 jam lagi." Ucap Dewi mengalihkan pembicaraan.

•••

Aqeela berada di dalam kamarnya terdiam dan berusaha mencerna semua ucapan orang orang terdekatnya hari ini.

Dia memainkan jari-jemari nya dan menatap dirinya di cermin.

"Mereka kenapa ya? Apa aku buat kesalahan?" Monolog Aqeela.

Ting!

Notifikasi masuk di ponsel Aqeela, dia langsung membukanya dan membacanya.

Mohan cumiii💋💍

Nggak usah overthinking, Babe. Kamu nggak buat kesalahan kok, istirahat ya. Nanti ketemu lagi aku mau cuddle sepuasnya.

Aqeela membaca pesan dari kekasihnya tersenyum manis, kekasihnya ini selalu tahu tentang apa yang dirasakannya tanpa perlu dijelaskan.

"Dia selalu manis, aku menyukainya!"

•••

Aqeela sudah bersiap-siap untuk keluar kamar, tak lupa ia berdandan dan menggunakan dress berwarna hitam yang disiapkan ibunya.

Setelah merasa riasanya sudah pas, Aqeela tersenyum sambil berpose di depan cermin.

Dia berpose memonyongkan bibirnya dan berputar-putar. "Aaaa, dress nya lucuuu! Aku suka!"

Dering telepon genggam Aqeela berbunyi dan tertera nama 'Mama'

Aqeela menjawab telepon nya. "Iyaa, Ma? Aku telat bentar, maaf ya, Ma."

"Nggak, Sayang. Kamu langsung ke rooftop. kita dinner, Mohan juga udah nungguin kamu." Jawab Dewi disebarang telepon.

"Oh iya, Ma. aku langsung ke sana sekarang."

Be Loved! [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang