Chapter 36

1.3K 112 4
                                        

Happy reading 💕
Tolong jangan jadi pembaca gelap yaa, di vote atau di komentar gitu biar lucu💓


***

Shaka melirik tangan Salsa yang gemetar dibelakang tubuhnya, dia menarik dan menggenggam tangan erat.

"Gue percaya lo, lo nggak mungkin 'kan, Sa? Ngelakuin hal itu." Tanyanya.

Salsa melepas pegangan tangannya di jemari Shaka. "Kalau iya, kenapa?"

Shaka tertawa, tawa yang seakan mengejek ucapan Salsa.

"Kalaupun gue nggak begitu kenal lo. Gue tahu tentang adik gue. Dari kecil Mohan udah sama gue, dia nggak akan ngelakuin hal menjijikan itu."

"Menjijikkan ya?" Tanya Salsa dengan tampang datar.

"Ya,"

"Gue punya otak, gue nggak akan ngehancurin hubungan sahabat gue sendiri, dan gue juga sadar gue emang nggak pernah beruntung dalam hal apapun."

Shaka tertegun mendengar ucapan Salsa yang putus asa, dirinya terlalu sensitif jika ada orang yang mengusik hubungan Mohan, dan Aqeela. Karena dia tahu semenyakitkan apa rasanya kehilangan.

"Maaf, Sa. Maaf yaa. Gue nggak bermaksud."

Salsa terdiam dengan pandangan kosong ke depan.

"Semua hati layak dicintai, termasuk lo Salsa. Temukan orang yang mampu membaca kedalam mata lo, membuat lo ringan atas semua apapun itu. Lo berharga, dan istimewa. Gue bisa lihat itu." Jelas Shaka dengan mengelus bahu Salsa.

"Lo maafin gue?" Tanya Salsa.

"Kebalik. Harusnya gue yang minta maaf, gue nggak marah, kalau lo masih ngestuck di masalalu atau sama Regan, lihat kebelakang, ada gue. Percayalah, perlahan gue udah bisa memberikan ruang untuk lo."

Beban yang terasa berat, seakan lebih ringan di pundak Salsa, dirinya baru tahu masih ada seseorang yang peduli dengannya.

Salsa mendongakkan kepalanya, dan menatap Shaka. "Thank you, Om. Ternyata gue nggak salah selama ini,"

"Nggak salah naksir sama gue?" Tebak Shaka tersenyum.

"Um... Boleh?"

Shaka menganggukkan kepalanya, dan menarik Salsa ke dalam pelukannya.

•••

Selesai joging, Mohan mengajak Aqeela breakfast di sebuah restoran, berbagai jenis makanan yang dipesan Mohan, ada steak, chicken, salad buah, dan ice cream.

"Habis lari-lari terus makan ginian ya, lo beneran habisin ayam utuh satu ekor gitu?" Sindir Aqeela.

"Kalau masih kurang pesan lagi aja, Qeel." Respon Mohan.

"Kurang? Lo kali yang kurang. Males gue, makan ice cream aja,"

"Doa dulu sebelum makan," ucap Mohan.

Mereka berdoa bersama dengan Aqeela mengangkat tangannya sedangkan Mohan mengepalkan tangannya.

"Aamiin," ucap Aqeela.

"Amin," ucap Mohan setelahnya.

Perbedaan sangat jauh karena ber Tuhan yang tak sama, cinta terlarang karena iman di ceruk dada.

Terlalu sulit jika untuk bersatu, karena kalung tasbih berbeda dengan kalung salib, dan kitab yang berbeda.

Sejauh itu mereka berbeda. Tapi, apakah cinta bisa menyatukan nya?

Be Loved! [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang