Layaknya langit dan bumi, aku dan kamu adalah dua tubuh dan jiwa yang tak diizinkan semesta untuk bersama.
~ Farel.
***
Dunia ini isinya hanya antara menerima dan merelakan, ada yang belum sempat bersama sudah dipaksakan merelakan, bahkan tanpa ucapan perpisahan harus tetap merelakan, seakan-akan rasa perih tak membutuhkan jawaban.
Seperti halnya ada dua insan yang saling mencintai. Namun, dicintai itu adalah batas paling bawah pastikan kamu diutamakan, dihormati, diusahakan, dibanggakan, dilindungi dan diinginkan.
Yang terpenting adalah sama-sama saling mencintai. Percayalah, semua akan terasa indah jika bersama dengan orang yang kamu cinta dan dia mencintaimu juga.
Keluarga Aqeela sedang dinner di rumahnya, Papa nya yang biasa sibuk kerja sekarang menyempatkan diri untuk makan malam bersama.
"Aqeela, selesai makan nanti ada yang mau Papa sama Mama obrolin, kamu lagi nggak ada tugas sekolah 'kan?" Tanyanya.
"Bisa, Pa. Aqeela nggak ada tugas sekolah." Jawab Aqeela dengan senyuman khasnya.
Mereka makan dengan khidmat sesekali memuji masakan Dewi.
Banyak orang-orang berkata mendapatkan cinta dari pasangan sangatlah indah tiada tandingannya, apakah mereka tidak tahu mendapatkan cinta dan kasih sayang yang paling tulus tiada duanya itu ialah dari orang tua sendiri?
Percayalah, cinta yang paling indah itu ketika mendapatkan cinta dari keluarga. Tapi, tidak semua orang beruntung yang mendapatkannya.
•••
Farel dan Haikal sedang berada Coffee shop dengan Farel lebih banyak diam nya daripada biasanya.
Sesekali dia menatap keluar atau tersenyum sinis.
"Yakin kopi tanpa gula? Nggak pahit?" Tanya Haikal dengan alis terangkat sebelah.
"Lebih pahit di tinggal pas lagi sayang-sayang nya." Kekehnya.
"Lo cinta sama Aqeela?" Tanya Haikal.
Farel menganggukkan kepalanya mantap. "Banget."
"Lo mau dia bahagia?"
"Pastinya, Kal."
"Dari problem orang tua lo jodohin sama Jeslyn, kelakuan lo pemain cewek yang cuma diketahui Aqeela cuma seberapa padahal luar biasa parahnya, obsesi lo, sisi gelap lo, itu nggak akan bikin Aqeela bahagia, Rel."
"Selama ini dia bahagia kok." Elaknya.
"Ya, bahagia. Itu karena Mohan nggak ada waktu, lo lupa semenjak Mohan banyak waktu sama dia, dia seakan nggak peduli sama lo? Nggak usah denial, Rel. Aqeela sayang Mohan begitupun sebaliknya. Lo cuma orang baru yang datang di kehidupan Aqeela." Jelas Haikal lembut supaya Farel sadar.
Farel menyesap kopi pahitnya dengan mengeraskan rahang.
"Emosi? Mau pukul gue? Ayo, Farel. Tapi, lo harus sadar."
Farel mencengkram dagu Haikal keras sampai wajah Haikal dekat dengan.
"Bacot." Farel menatap tajam Haikal.
"Yakin mau mukul guru bela diri lo sendiri?" Tanya Haikal dengan tersenyum mengejek.
Ya, Haikal adalah sahabat sekaligus guru bela diri Farel. Haikal juga satu-satunya orang terdekatnya yang tahu semua tentang Farel.
"Usaha lo masih banyak, kalau gue hancurin satu nggak masalah 'kan?" Tanyanya pelan dengan tatapan tajam dan wajahnya yang memerah padam.
"Boleh. Hancurin aja. Kacanya juga sekalian hancurin, nanti gue beresin mumpung masih gue tutup nih coffee shop."
KAMU SEDANG MEMBACA
Be Loved! [END]
Fiksi Remaja"Gue cinta sama lo." Ucap Mohan penuh penekanan. "Hah?" Pernyataan yang paling mengejutkan dalam hidup Aqeela ialah ketika sahabatnya menyatakan cinta. Bahkan mereka selalu bersama. "Lo terlalu jauh untuk gue gapai, Mo." "Iya tahu, sejauh itu kita b...
![Be Loved! [END]](https://img.wattpad.com/cover/362403558-64-k694358.jpg)