Chapter 57

741 62 13
                                        

Happy wedding💋
Eh, salah. Maksudnya happy reading😋

***

Setelah seharian menghabiskan waktu di mall Mohan dan Aqeela akan mampir ke tempat kerja Salsa, dikarenakan juga sudah jam pulang sekolah dan pastinya Salsa sudah bekerja part time.

Mereka berdua masih di parkiran menyaksikan Regan dan Salsa yang sepertinya sedang berdebat. Entahlah, karena apa. Dua manusia itu tidak tahu tempat, pasti ada saja tingkahnya.

"Regan sama Salsa kayanya lagi adu mulut deh," ujar Aqeela sambil memicingkan matanya menatap dua sejoli itu.

"Adu mulut? Aqeela..." Goda Mohan tersenyum aneh.

Mendengar ucapan ambigu dari Mohan, Aqeela menatap sengit. "Apa?! Nggak usah mikir aneh-aneh kamu ya."

Mohan tersenyum tengil. "Emang aku lagi mikirin apa coba? Hm?"

"Mohan..."

"Apa cintaku?"

"Udah, ah. Pikiran kamu!" Geramnya.

"Iya-iya, biasalah Regan sama Salsa. Kayak nggak tahu mereka aja kamu."

Aqeela manggut-manggut. "Iya sih, mereka 'kan nggak punya malu, debat dimana aja tanpa tahu tempat."

Mohan menganggukkan kepalanya menyetujui ucapan Aqeela.

Padahal mereka berdua juga sama kelakuannya, hanya beda statusnya saja.

"Kita nggak boleh gitu cukup mereka aja, ya."

"Umm, kamu bener!"

"Yuk keluar." Ajak Mohan.

Aqeela mencekal pelan tangan Mohan. "Aku punya cerita, Mo."

"Apa, Qeel?" Tanyanya lembut.

"Ceritanya panjang."

"Aku punya waktu."

Aqeela mencengirkan deretan giginya dan menggelengkan kepalanya. "Nanti ya,"

"Gapapa, senyaman kamu aja."

Mohan sudah mengetahui dari gerak-gerik kekasihnya dan senyuman itu, dia sangat mengenal Aqeela.

Jadi, berbohong dengannya bukanlah hal yang mudah.

Mohan keluar dari mobil dan berlari kecil membuka pintu untuk Aqeela keluar.

Aqeela menutup mulutnya dan tersenyum senang. "Terimakasih cumiii!"

"Cumi?"

"Iya cumi."

"Cumi apa? Panggilan baru buat aku?" Tanya Mohan memastikan.

"Iyaaa!"

"Artinya apa?"

"Eh, wait-wait!" Mohan menelisik penampilan dan bercermin di kaca mobil.

"Aqeela!"

Padahal Regan dan Salsa tidak menyadari kehadiran mereka berdua. Namun, setelah mendengar pekikan Mohan. Regan dan Salsa melihat bersamaan interaksi antara sepasang kekasih beda keyakinan ini.

"Apa? Tiba-tiba tantrum. Aneh,"

"Kamu miripin aku sama cumi ya?! Jahat banget. Aku aduin Bunda nanti ya."

Aqeela menepuk kepala pelan demi menahan kekesalannya, pacarnya ini selalu saja menguji kesabarannya yang setebal tisu dibagi tiga.

"Bukan cumi hewan."

"Terus apa dong?"

•••

Regan dan Salsa menatap sengit ke arah Mohan dan Aqeela yang berdebat dimana saja, bahkan ditempat umum sekalipun.

Be Loved! [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang