Tanpa Aqeela sadari sebuah tangan ingin mengelus surai panjangnya, dirasa kurang cocok Aqeela membalikkan dress-nya kembali.
Tangan itu menghilang saat Aqeela membalikkan tubuhnya, dirinya memilih lagi pakaian yang cocok.
"HI!" Teriak orang itu dengan menjatuhkan tubuhnya menindih Aqeela.
"ARGHHH!" Teriak Aqeela.
"Mohan!"
"Haha! Kaget ya?"
"Banget. Kenapa sih suka banget isengin gue?! Gue kira ada maling!" Kesal Aqeela.
"Nggak ada, cuma cowok lo yang berani masuk di kamar lo," ucap Mohan sambil tertawa.
"Minggir, ih. berat." Ujar Aqeela dengan mendorong tubuh Mohan yang diatasnya.
"Keluar yuk, mumpung weekend," ajak Mohan.
"Minggir dulu, Sesek nih gue."
"Iya-iya." Cibir Mohan dan merebahkan tubuhnya disamping Aqeela.
"Ayo keluar." Ajak Mohan dan menatap Aqeela.
"Kemana? Males ah."
"Kita joging, ayo!"
Mohan mendudukkan dirinya, begitupun dengan Aqeela.
"Keluar lo." Ujar Aqeela mengusir Mohan.
"Kenapa sih? Gue mau disini aja." Kekeh Mohan.
"Gue mau ganti baju, katanya mau joging,"
Mohan merebahkan tubuhnya dikasur Aqeela. "Ya, gapapa. Gue disini aja,"
"Nggak. Keluar, Mohan!"
"Nggak ada romantis-romantisnya sama cowok sendiri!"
"Iya! Gue ganti di kamar mandi."
"Kan emang harusnya ganti di kamar mandi, sewot banget lo. Kayak udah gede aja." Ujar Mohan meledek Aqeela.
Aqeela menjulurkan lidahnya. "Emang gede!"
Setelah mengambil baju ganti untuk joging, Aqeela mengganti pakaiannya, dan memasuki kamar mandi.
"MANA LIHAT! GUE DOBRAK YA, QEEL!" Teriak Mohan.
"DIEM LO!" Sahut Aqeela.
Mohan tertawa keras, ternyata pacaran sama sebelum pacaran sama saja. Aqeela tetap menggemaskan.
Aqeela keluar dari dalam kamar mandi, dan sudah menggunakan pakaian buat joging.
Aqeela memutar tubuhnya, dan berkacak pinggang. "Keren nggak?" Tanyanya dengan menaikkan alisnya.
"Nggak jadi keluar."
"Lah? Kenapa?"
"Lo cantik banget, Qeel! Apaan pakai tanktopan doang." Dengus Mohan.
Aqeela memutar bola matanya malas. "Ya ampun, Mohan! Gue 'kan sering pakai ginian, biasanya juga lo nggak masalah,"
"Ya beda dong! Lo sekarang cewek gue. Harusnya cuma gue yang boleh lihat." Ucapnya posesif.
"Baru juga sehari." Ketusnya.
"Apa lo bilang?!"
"Nggak! Yaudah! Lo pergi dari kamar gue, gue mau tidur!" Kesal Aqeela.
Dirinya sudah berdandan cantik, dan rapih. Tiba-tiba dibatalkan, siapa yang tidak kesal coba?
"Nggak boleh ngambek sama pacar sendiri," ucap Mohan lembut, dan menekan kata 'pacar'
Mohan menghampiri Aqeela, dan mengelus rambutnya. "Gue siapa?"
"Mohan." Jawabnya.
"Yang bener, Qeel." Kesalnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Be Loved! [END]
Fiksi Remaja"Gue cinta sama lo." Ucap Mohan penuh penekanan. "Hah?" Pernyataan yang paling mengejutkan dalam hidup Aqeela ialah ketika sahabatnya menyatakan cinta. Bahkan mereka selalu bersama. "Lo terlalu jauh untuk gue gapai, Mo." "Iya tahu, sejauh itu kita b...
![Be Loved! [END]](https://img.wattpad.com/cover/362403558-64-k694358.jpg)