Chapter 28

1.3K 111 9
                                        

Happy reading💕
Jangan lupa ✨

Orang yang terbiasa diberikan pisau, akan bingung ketika diberikan bunga.

***

"Lo ngapain sih, Regan. Setiap hari ketempat gue kerja?" Selidik Salsa.

"Iseng," jawabnya.

"Iseng itu sekali-kali, lo tiap hari!"

"Pulang bareng yuk, Sa." Ajaknya.

"Emang boleh?"

"Loh? Boleh banget! Nggak ada yang larang juga."

"Males gue," ucap Salsa sambil memasangkan jaketnya.

"Ayolah, Sa. Lagian udah malem juga,"

"Gimana ya..." Ujar Salsa Jahil.

Regan menatap penuh harap ke arah Salsa.

"Iya, boleh!"

"Silahkan naik, Nona." Goda Regan.

Salsa memukul pelan punggung Regan dan langsung naik ke motornya.

Langit malam yang cerah dengan bintang-bintang bertaburan dan rembulan malam hari yang indah.

Regan dan Salsa bercengkrama di atas motor dan diiringi semilir angin malam.

"Sejak kapan lo mau jadi tukang ojek?" Tanya Salsa menatap Spion motor yang diarahkan ke wajahnya.

"Sejak malam ini."

"Really? Gue jadi penumpang pertama dong?!"

"Bukan penumpang. Tapi, cewek satu-satunya yang naik motor gue."

"Sama aja dengan numpang, ini 'kan motor lo,"

"Beda, Salsa..."

"Sama, Regan..."

"Beda!"

"SAMA!" Pekik Salsa.

"IYA, UDAH!" Ucap Regan tak kalah keras.

Salsa memukul helm Regan lumayan kencang." Nggak jelas! Apanya yang udah?!"

"Maksudnya, udah gue ngalah," jawab Regan lembut.

Salsa tersenyum manis. "Nah, gitu dong!"

Regan menatap ke spion motornya, dirinya tertegun jarang sekali melihat senyum manis Salsa, biasanya hanya tatapan sinis yang dia dapatkan karena terlalu sering menjahilinya.

"Videoin dong kita lagi di jalan, Sa." Pinta Regan.

"Buat apa?" Tanyanya.

"Videoin aja, Sa."

Salsa mengeluarkan ponselnya dan membuka aplikasi kamera. "Okay gue rekam ya,"

Regan menjalankan laju motornya dengan kecepatan sedang.

"Jangan dimatiin!"

"HAH? MATIIN?" Tanya Salsa cukup keras.

"JANGAN DIMATIIN, ASA."

"Ye, lo apaan Asa-Asa. Emang gue Sasa micin apa!" Sewotnya.

Regan tak menanggapi protesnya Salsa gara-gara ucapannya. Dia membelokan motornya dia sebuah toko bunga.

Regan memberhentikan motornya di depan florist. "Ngapain?" Tanya Salsa.

"Wait,"

Salsa memperhatikan Regan yang sedang membeli bunga, dipikiran mungkin saja Regan membeli bunga untuk orang lain.

Be Loved! [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang