Selamat membaca💕
***
Aqeela tersenyum manis mendengar ucapan Mohan. Entahlah, itu gombalan atau memang dari hati dia.
"AQEELA!" Teriak Salsa dengan lantang di dekat pintu.
Kedua tangan Salsa dipenuhi dengan makanan, dan mulutnya berisi permen tangkai.
Diikuti oleh Regan di belakangnya, Salsa berkacak pinggang menatap Aqeela.
"Aqeela!" Panggil Salsa sedikit kesal.
"Apa, Salsa?" Sahut Aqeela.
"Qeel, kalau ngerasa hidup lo nggak bahagia. Bertahan lah, demi sih Taehyung-Taehyung kesayangan lo itu!" Cerocos Salsa.
Regan yang dibelakang Salsa mengangguk setuju dengan ucapan Salsa.
"Masih kurang semangat sih kalau cuma itu doang, Sa," keluh Aqeela.
Salsa menghampiri Aqeela, dengan Regan mengekorinya dibelakang.
Mohan dan Regan fokus menunggu pembicaraan dua perempuan di dekat mereka.
Salsa menyerahkan makanan di tangannya ke Regan, dia menyentuh kening Aqeela pelan dengan punggung tangannya. "Terus apa dong, Qeel. Kasih tahu gue," ucap Salsa iba.
Mata Aqeela berbinar. "Beneran?!"
Salsa mengangguk semangat. "Iya!"
"HARUSNYA NIKAH SAMA TAEHYUNG BIAR GUE SEMANGAT MENJALANI HARI-HARI YANG MENYEBALKAN INI!" Teriak Aqeela menggebu-gebu.
"KALIAN NGERTI NGGAK SIH?!" Aqeela menepuk keras meja.
Merek bertiga lumayan terkejut, dan mengangguk kepala bersamaan.
Orang-orang di dalam kelas menutup telinga mereka, kecuali Mohan, Salsa, dan Regan. Mereka sudah terbiasa dengan suara toa Aqeela.
"Jadi kalau nikah sama gue lo sedih ya, Qeel?" Tanya Mohan dengan ekspresi sedih.
Aqeela terkekeh kecil, dan memegang dagu Mohan. "Lumayan sih."
"Gitu banget," ucap Mohan.
"Eh, lo berdua udah kayak pasutri aja berduaan mulu," ucap Aqeela melihat Salsa, dan Regan.
"Dia ngikutin gue terus, kayak nggak ada temen aja." Sindir Salsa menatap sinis ke Regan.
"Mohan juga dong." Ujar Regan menunjuk Mohan.
"Kok gue?" Tanya Mohan.
"Lo juga ngikutin Aqeela terus,"
"Aqeela 'kan cewek gue!"
"Lo berdua harus sabar, emang nggak enak temenan tapi ada group didalam group." Ucap Aqeela.
"Setuju gue, Qeel. Makanya kita cuma berdua aja." Sahut Salsa.
Mohan dan Regan terdiam mendengar sindiran halus dari Aqeela. Ternyata memang benar sedekat apapun mereka sama Farel, dan Haikal.
Mereka hanya sebatas teman biasa bukan teman yang dibutuhkan.
•••
Bell pulang menggema di seluruh penjuru sekolah, para siswa-siswi berhamburan keluar.
Mohan dan Aqeela berjalan berdampingan dengan Mohan menggandeng tangan Aqeela.
"Langsung pulang atau jalan-jalan dulu?" Tanya Mohan kepada Aqeela.
KAMU SEDANG MEMBACA
Be Loved! [END]
Teen Fiction"Gue cinta sama lo." Ucap Mohan penuh penekanan. "Hah?" Pernyataan yang paling mengejutkan dalam hidup Aqeela ialah ketika sahabatnya menyatakan cinta. Bahkan mereka selalu bersama. "Lo terlalu jauh untuk gue gapai, Mo." "Iya tahu, sejauh itu kita b...
![Be Loved! [END]](https://img.wattpad.com/cover/362403558-64-k694358.jpg)