Setelah hujan-hujanan di sekolah Mohan dan Aqeela sudah berganti pakaian yang di pesan Mohan ke orang suruhannya.
Dan mereka sekarang sedang berada di kedai bakso.
Aqeela menghirup kuah bakso. "Uh... Segernya,"
"Enak, Babe?" Tanya Mohan sambil mengelus bahu Aqeela.
"Enak banget. Apalagi dingin-dingin gini, tapi kepala gue pusing dikit, Mo."
Mohan langsung mengeluarkan obat-obatan di dalam ranselnya yang selalu ia bawa, Mohan pemilik obatnya namun siapa sangka itu semua obat yang dia siapkan untuk Aqeela.
Dari obat sakit kepala, obat alergi Aqeela yang bisa kambuh kapan saja, obat sakit perut atau bahkan obat sakit datang bulan dan masih banyak lainnya.
Mohan menyerahkan segelas air putih dan membuka obat untuk Aqeela minum.
"Ngaganjel," ucap Aqeela merengek sambil mengelus lehernya.
"Minum lagi,"
"Terimakasih, Mohan gue!"
"Anytime, Aqeela gue! Lain kali dengerin kalau gue ngomong ya, jangan berlebihan mandi air hujan."
"Lo juga mau."
"Kan nurutin lo."
"Harusnya lo tolak sih,"
"Siap salah! Mam, baksonya. Nanti keburu dingin."
•••
"Aqeela," panggil Mohan.
Deru mesin motor dan mobil pengendara berlalu lalang dan suara bising.
Mohan menjalankan laju motornya dengan kecepatan sedang.
"Iya, Mo?" Sahutnya.
"Gue nggak tega kalau lihat Salsa, lo harus temenin dia sampai kapanpun ya, Qeel? Kasihan dia,"
"Pasti, Mo. Gue sayang banget sama Salsa."
"Dia sehancur itu, kelihatan dari matanya, apa Salsa pernah cerita masalah dia sama lo?"
"Iya, udah cerita. Tapi, dia nggak mau orang lain tahu selain gue, Mo." Ucap Aqeela sedih.
"Masalah dia ditinggal nikah, Qeel?"
"Iya, yang lain juga tahu kalau itu, termasuk lo juga."
"Aqeela, gue jadi kepikiran..."
"Hah?" Sahut Aqeela tak mendengar apa-apa karena laju motor dengan kecepatan tinggi lewat di dekat mereka.
"Jadi gini, Sayang. Gue jadi kepikiran gimana kalau kita berdua di posisi orang-orang yang dipisahkan oleh keadaan, padahal kita masih sama-sama sayang."
"Nggak boleh kepikiran gitu, semoga kita termasuk dari sebagian orang yang beruntung bisa bersatu walaupun kita beda."
"Semoga ya. Kita harus tetap sama-sama."
"Harus. Cinta kita itu, cinta surga sampai mati juga akan tetap bersama," ucap Aqeela tegas.
"Aaaa! Aqeela, Mohan baper nih!" Ucapnya manja.
"Apa, sih. Geli banget ngomong gitu."
"Aqeela dan Mohan selamanya..." Ujar Mohan sambil melepaskan handle bar.
"Heiii! Lo mau gue jatuh ya?!"
"Bercanda, Sayang. Muter-muter dulu boleh? Nanti aja pulangnya,"
"Boleh!" Jawabnya semangat.
"Let's go, Babe!"
Aqeela memeluk erat tubuh Mohan dan menyenderkan kepalanya di bahu Mohan.
"Ngantuk ya?" Tanya Mohan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Be Loved! [END]
Fiksi Remaja"Gue cinta sama lo." Ucap Mohan penuh penekanan. "Hah?" Pernyataan yang paling mengejutkan dalam hidup Aqeela ialah ketika sahabatnya menyatakan cinta. Bahkan mereka selalu bersama. "Lo terlalu jauh untuk gue gapai, Mo." "Iya tahu, sejauh itu kita b...
![Be Loved! [END]](https://img.wattpad.com/cover/362403558-64-k694358.jpg)