Chapter 25

1.6K 105 7
                                        

Selamat membaca💕
Jangan jadi pembaca gelap, hargai aku biar semangat nulisnya✨

***

Aqeela menahan senyum mendengar ucapan Mohan. Entahlah, dipikirnya Mohan sedang menggoda dirinya.

Bahkan pipi Aqeela bersemu merah dan mengalihkan pandangannya dari Mohan.

Mohan yang tahu gelagatnya Aqeela sedang salting, dirinya menatap Aqeela dan menyentuh hidungnya.

"Qeela..." Goda Mohan.

"Apaan sih!"

"Kenapa lo gemesin banget sih, Qeel? Kan gue nggak bisa nahan."

"Nahan apa?" Tanyanya.

"Nggak bisa nahan buat nggak ngemilikin lo." Batin Mohan.

"Gue beliin helm baru buat lo," ujar Mohan mengalihkan pembicaraan.

"Ih, nggak jelas."

"Beneran, semalem gue beliin lo helm,"

"Ada perkara apa nih, tiba-tiba beliin gue helm?" Selidiknya.

"Semalem kemana aja sama David sampai pulang jam 11 malem? Tumben Mama Papa ngizinin?"

"Kapan? Nggak, gue gak kemana-mana semalem," jawab Aqeela tanpa menatap Mohan.

Mohan menghela nafas kasar. "Sekarang Aqeela udah pinter bohong ya. Belajar sama siapa, hm?"

"Tahu darimana lo?" Tanya Aqeela balik.

"Nggak usah ngalihin pembicaraan, Aqeela. Gue nanya semalem kalian berdua kemana." Tekan Mohan.

"Ke mall, y-ya ke mall."

"Ngapain?"

"Ngapain? Maksudnya apa?"

"Ya, ngapain aja sampai semalem itu."

"Nonton bioskop, trus kenapa lo tiba-tiba beliin gue helm?"

"Oh ya? Gimana? Seru?" Tanya Mohan dengan nada mengejek.

"By the way, Kalau gue bonceng lo ke sekolah atau kemanapun, helm yang biasa lo pakai jangan di pakai di motor gue ya." Pinta Mohan.

"Kenapa? Kok lo aneh banget sih?!"

"Gue nggak suka lihat helm lo udah kena sentuh sama motor David, kalau bisa diganti, apapun gue ganti termasuk helm lo."

•••

~ Flashback.

Mohan yang sedang berada di kamarnya menyibakkan gorden, ketika mendengar deru mesin motor yang lumayan familiar di telinganya.

"Aqeela," ucap Mohan pelan.

Mohan menatap ke arah Aqeela yang menghampiri seseorang yang dia kenal, David.

Mohan menelisik penampilan Aqeela dan David yang terlihat rapih. Mohan menajamkan telinganya untuk mendengar percakapan keduanya.

"Cantik banget, Qeel." Ucap David sambil mengelus bahu Aqeela yang terpampang jelas. Karena Aqeela menggunakan dress tanpa lengan.

"Damn!" Maki Mohan dengan mengepalkan tangannya.

Mohan merutuki dirinya sendiri yang cemburu melihat sahabatnya dekat dengan seseorang. Bahkan dia menatap tajam melihat keduanya berada di atas motor dengan David memasangkan jaket di tubuh Aqeela.

Be Loved! [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang