Chapter 49

828 59 5
                                        

"Lo kenapa senyum-senyum dari tadi? Kesambet tahu rasa lo." Tanya Farel menatap aneh ke Mohan.

Yang ditanya masih saja senyum-senyum tanpa menjawab pertanyaan Farel.

"Haikal, Regan." Panggil Farel.

"Apa?" Sahut mereka berdua.

"Lihat temen lo berdua ini kenapa, dah. Aneh banget." Ucap Farel bergidik ngeri.

Mereka bertiga mengibaskan tangan ke wajah Mohan. "Hello!"

"Pakai adat apa nanti yaa," gumam Mohan tersenyum salah tingkah.

Mereka bertiga saling tatap dan mengguncang keras bahu Mohan. "Kesurupan lo ya?!" Ucap mereka bersamaan.

"Apa sih! Ngagetin aja." Kesal Mohan.

"Stres lo ya?!" Tuding Haikal pedas.

Mohan tak tersinggung sama sekali dan masih saja senyum-senyum. Dia membuka ransel dan mengambil bekal yang sudah disiapkan Aqeela.

"Tumben bawa bekal, Mo?" Tanya Farel.

Mereka bertiga duduk mendekati Mohan.

"Dibawain cewek gue." Jawabnya.

Mohan membuka kotak bekal dengan alis menukik seperti angry bird, kesal dan aneh menatap bekalnya.

Jelas saja Mohan menatap aneh, bekal yang Aqeela maksud bentukannya seperti ini.

Jelas saja Mohan menatap aneh, bekal yang Aqeela maksud bentukannya seperti ini

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Mereka bertiga berusaha mengintip isi bekal Mohan yang ditutupnya lagi.

Ting!

Bunyi notifikasi ponsel Mohan.

Aqeela Aza Calista.

Udah selesai di makan, Babe? Enak kan?😋

Arya Mohan.

What the f*ck. Seriusan ini bekal yang lo maksud?!

Aqeela Aza Calista.

Iya! Maksud lo apa nanya gitu?! Makan nggak lo? Awas aja kalau nggak dimakan.

Arya Mohan.

Bentukan ngeri, Qeel. Nggak mau gue.

Aqeela Aza Calista.

Makan atau gue marah?🔪

Regan membuka kotak bekal Mohan, karena Mohan dari tadi terus menatap ponselnya.

"HAHAHA!" Tawa mereka pecah.

Mereka terpingkal-pingkal melihatnya sedangkan Mohan masih menatap bekal itu dengan ngeri.

"Nggak. Jelek banget." Ucap Mohan.

"Yaudah kalau nggak mau gue aja yang makan." Ujar Regan menarik kotak bekal.

"Jangan..."

"Katanya lo nggak mau."

Be Loved! [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang