Selamat membaca💕
Typo tandain.
***
Setelah teman-teman mereka pulang kerumahnya masing-masing.
Aqeela dan Mohan masih duduk di ruang tamu dengan Aqeela yang menyadarkan kepalanya di bahu Mohan dan memainkan jari-jemari Mohan.
Aqeela menghela nafas panjang. "Mo, kenapa rasanya sekarang kayak ada yang aneh sama diri gue,"
Mohan menggenggam tangan Aqeela. "Yang lo rasain gimana? Gelisah? Cerita sama gue, Qeel. Lo nggak sendiri, ada gue."
"Nggak tahu, Mo. Kayak ada yang ngeganjel gitu."
"Ngeganjel dimana?" Tanyanya.
"Hati gue. Mau dimana lagi, Mohan!"
"Kebanyakan bergaul sama sih David itu, makanya lo gini,"
"Nggak gitu juga..." Kesalnya.
"Mo, lihat mata gue."
Mohan menarik dagu Aqeela dan menatap dalam matanya. "Kenapa matanya? Mau nangis? Boleh, nangis aja yang sepuasnya,"
Aqeela diam tanpa menjawab ucapan Mohan.
"Qeel, matanya kenapa? Bengep?"
"Ada dua," jawab Aqeela.
"Apa sih, Qeel. Nggak lucu."
"Ketawa dong! Serius aja hidup lo." Sindir Aqeela.
"Gue khawatir,"
Aqeela menangkup wajah Mohan dan tersenyum. "Gue bercanda," cengirnya.
Mohan menatap dalam wajah Aqeela, dan menarik Aqeela kedalam pelukannya yang erat.
"Mo..." Lirihnya.
"Diem dulu. Gue nyaman, gue pengin selamanya lo didalam pelukan gue, Qeel.
Aqeela menenggelamkan wajahnya di dada Mohan dan memeluknya tak kalah erat.
"Aqeela, Jangan pernah merasa sendiri, ingat ada gue. Gue yang akan selalu bahagiain lo. Libatin gue di kehidupan lo, sekecil apapun itu."
•••
"Nggak mungkin, Ma, Pa. Aku nggak mau tunangan sama dia! Aku masih muda, perjalanan hidup aku masih panjang. Kenapa seolah-olah aku boneka kalian? Nggak pernah kalian pulang ke rumah ini, selalu di luar kota. Kalian pergi aja nggak usah perduliin aku lagi." Cecar Jeslyn dengan mata berkaca-kaca.
"Udah berapa kali dia tidurin kamu?" Tuding Tomi, Papanya Jeslyn.
"Pa? Pa-Papa ngomong gini ke aku?"
"Tunangan dulu aja, Je. Apa susahnya sih." Sahut Mira, Mamanya.
"Nggak mau, nggak sudi. Stop, seolah-olah aku budak kalian! Suruh aja anak kesayangan kalian itu nikah sama Farel." Bantahnya.
"Indah maksud kamu?"
"Iya, siapa lagi anak kesayangan kalian?"
"Jangan ucapan kamu. Dia udah kelihatan masa depannya pasti bagus, beda sama kamu." Hardik Tomi.
Jeslyn mengacak rambutnya kasar. "Kenapa harus aku? Indah yang akan jalani bisnis-bisnis kalian, bukan aku. Jadi, tolong, Ma, Pa. Aku nggak mau nikah sama Farel, dia---"
"Dia apa? Bukan nikah. Tunangan, Jeje."
"Apa bedanya, Ma? Ujung-ujungnya pasti nikah 'kan?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Be Loved! [END]
Novela Juvenil"Gue cinta sama lo." Ucap Mohan penuh penekanan. "Hah?" Pernyataan yang paling mengejutkan dalam hidup Aqeela ialah ketika sahabatnya menyatakan cinta. Bahkan mereka selalu bersama. "Lo terlalu jauh untuk gue gapai, Mo." "Iya tahu, sejauh itu kita b...
![Be Loved! [END]](https://img.wattpad.com/cover/362403558-64-k694358.jpg)