Sedih, males juga ngetik. Ini beneran ga ada yang baca lagi? Huhuu, apa udah ga ada lagi tim Moqeel ya?
Kalau masih ada yang baca, syukur lah. Alhamdulillah.
Happy reading💕
***
"Kita bersama ataupun nggak, itu percuma, Rel. Nggak ada bedanya." Ucap Aqeela.
Farel terkekeh kecil demi menahan kekecewaan mendengar ucapan Aqeela.
"Nggak ada bedanya ya?" Ujar Farel mengulangi perkataan Aqeela.
"Jadi yang beda gimana Za? Kehidupan kamu sekarang yang lagi pacaran sama Mohan?"
"Kita nggak bisa sama-sama, Rel. Nggak bisa." Tekan Aqeela.
"Maaf," Farel memegang bahu Aqeela supaya menghadap ke arahnya.
Aqeela menggigit bibirnya, dia takut Farel marah, Farel kecewa sama dia. Padahal itu sudah pasti.
"Farel," panggil Aqeela lembut.
"Iya, Za? Aku buat salah ya sama kamu? Atau ada hal yang nggak kamu suka, aku bisa perbaiki demi kamu, aku janji."
"Bukan, kamu nggak salah. Aku minta maaf nyakitin kamu, kita dekat tiga tahun ini tanpa sepengetahuan teman-teman kita, termasuk Mohan. Waktu itu aku masih denial dengan perasaan aku, dan aku baru sadar ternyata semuanya itu milik Mohan, maaf Farel." Jelas Aqeela.
"Nggak masalah, yang penting kamu nyaman sama aku." Jawabannya.
"Nggak bisa,"
Farel menghela nafas kasar. "Apa semua yang aku lakuin masih kurang effort ya? Bilang, Za. Aku bisa lebih effort dari kemarin,"
"Maaf," lirih Aqeela.
Lagi dan lagi hanya maaf yang bisa diucapkan Aqeela.
Farel menatap ke arah lain, dan tanpa sepengetahuan Aqeela dia menitikkan air matanya.
"Hentikan semua kegilaan kamu, aku tahu semua tanpa kamu bilang, Rel." Ujar Aqeela.
"Kamu tahu sendiri 'kan aku segila itu?" Ujar Farel pelan diiringi kekehan sinis.
"Aku tahu kamu. Jadi, aku minta tolong stop membahayakan diri kamu sendiri,"
"Kalau gitu, sebutin dong satu-satu kegilaan aku, minimal dua atau tiga. Eh, mungkin lebih dari itu kalau emang beneran tahu," tantang Farel.
Aqeela terjebak, terjebak oleh kenyamanannya sendiri berada di dekat Farel.
Harusnya dia menjauh ketika Farel mendekatinya bukannya memberikan ruang.
Farel melihat Aqeela menunduk, dia mengangkat pelan dagu Aqeela supaya menatapnya. "Ayo sebutin."
"Kamu yang celakain david 'kan? Gara-gara dia ngajak aku ke seafood. Kamu juga yang neror Jeslyn gara-gara ngatain aku di villa, dan yang terakhir ini aku minta tolong udahin."
"Apa?" Sahut Farel.
"Tolong nonaktifkan cctv yang kamu pasang di kamar aku, aku juga tahu kamu keluar masuk di kamar aku." Ucap Aqeela.
"Cuma itu? Kamu nggak tahu kita sering tidur bareng, hm?"
Aqeela membulatkan matanya tak percaya, dan menggelengkan kepalanya. "Bohong."
"Nggak bohong. Aku suka tiduran di kolong kasur kamu, aku suka di dalam lemari kamu yang jarang kamu buka itu, aku suka tiduran di kasur kamu, pas kamu udah tidur pulas," jelas Farel dengan senyuman manisnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Be Loved! [END]
Teen Fiction"Gue cinta sama lo." Ucap Mohan penuh penekanan. "Hah?" Pernyataan yang paling mengejutkan dalam hidup Aqeela ialah ketika sahabatnya menyatakan cinta. Bahkan mereka selalu bersama. "Lo terlalu jauh untuk gue gapai, Mo." "Iya tahu, sejauh itu kita b...
![Be Loved! [END]](https://img.wattpad.com/cover/362403558-64-k694358.jpg)