Chapter 58

737 56 10
                                        

Bacanya pelan-pelan aja.
Alurnya dipercepat yaa.

Happy reading💕

***

Kedua tangan Aqeela yang di jadikannya penutup mulut Mohan perlahan dilepaskan.

Mohan mengikuti arah pandangan Aqeela, sorot matanya yang tadi salah tingkah kini berganti dengan tatapan tanpa ekspresi.

Haikal dan Farel memasuki cafe dengan wajah Farel dipenuhi lebam.

Terlihat sekali dari raut wajah Aqeela yang menatapnya khawatir, Mohan sangat jelas melihat itu semua.

Aqeela yang berada disamping Mohan, dan Mohan menarik kursi yang duduki kekasihnya supaya semakin dekat dengannya.

"Kenapa?" Tanya Aqeela.

"Kamu cuma boleh natap aku, Aqeela." Ucap Mohan pelan namun penuh penekanan.

Tatapan itu, tatapan seperti bukan Mohan yang Aqeela kenal. Akhir-akhir ini sikap Mohan semakin menunjukkan kepemilikannya kepada Aqeela.

Semenjak Mohan mengetahui kedekatannya dengan David, beberapa kali Aqeela mendapatkan sikap intimidasi dari Mohan, setiap kali dia dekat dengan lelaki lain, bahkan hanya untuk sekedar berbincang.

Setelah Haikal dan Farel duduk di dekat mereka semua. Aqeela semakin menyadari dia sudah punya Mohan, pacarnya, dan sekaligus dunianya. Dia menggelengkan pelan berusaha mengusir sikap pedulinya kepada Farel.

"Muka lo kenapa bonyok gitu, Rel?" Tanya Mohan.

"Digebukin Haikal, emang jahat nih anak." Jawabnya.

"Serius, Kal?" Tanya Salsa keheranan.

"Iya, ngetest kekuatan dia buat ngelawan gue. Ternyata, masih kalah jauh." Jawab Haikal sedikit sombong.

"Bentar lagi kita ujian kelulusan, harus fokus belajar biar bisa masuk universitas impian!" Ujar Aqeela semangat, untuk mengalihkan pembicaraan.

"Mo, lo belajar 'kan?" Tanya Regan.

"Of course!"

"Kita kerjasama gimana? Sama-sama menguntungkan pastinya, dan lo dapat pahala juga. Mau nggak?" Tawar Regan.

"Gue juga mau join kalau dapat pahala, Gan. Biar makin sholeh gue!" Sahut Farel.

Mohan menaikkan satu alisnya. "What?"

"Jadi gini, Mo. Kuncinya ikhlas lahir batin."

Mereka semua menyimak ucapan Regan, termasuk Haikal yang biasanya tidak peduli terhadap apapun.

"Iya, kerjasama apa, Regan?"

"Lo bagian belajarnya, Mo. Gue bagian nyalin jawaban lo. Nah, lo nantinya dapat pahala ngasih jawaban ke orang fakir ilmu kayak gue ini, harus mau sih, Mo!" Jelas Regan menggebu-gebu.

"Ogah."

•••

Hari berganti bulan, yang biasanya kebanyakan main-main disekolah maupun diluar, kini disibukkan dengan ujian akhir sekolah.

Semuanya siswa-siswi fokus belajar, termasuk Mohan, Aqeela dan semua teman-teman mereka.

Pulang sekolah yang biasanya nongkrong-nongkrong kini langsung pulang kerumah karena memikirkan pelajaran apa besok, dan harus tetap belajar lagi demi mengejar memasuki universitas impian.

Tentang kedekatan Aqeela dan Farel. Mohan tidak memberitahukan kepada kekasihnya bahwa semuanya dia telah mengetahuinya, dia menutupinya demi bertahan nya hubungan dan pertemanan dia dengan Farel.

Be Loved! [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang