Chapter 47

952 78 9
                                        

Selamat membaca💕

***

"Ayah, tahu nggak sih Mohan ini tadi siang bikin Aqeela nangis loh!" Ujar Aqeela mengadu ke Bima dengan mulut penuh makanan.

Bima dan Ratna menatap ke arah Mohan yang seperti ingin membela dirinya.

"Aqeela tonjok nggak?" Sahut Bima mengompori Aqeela.

"Ayah..." Kesal Mohan.

"Ih! Lupa Ayah! Harusnya waktu aku nangis, call Ayah dulu." Cecar Aqeela.

"Jewer telinganya, Qeel." Sahut Ratna menimpali.

Mohan menatap orang tuanya bergantian, "anak Ayah sama Bunda aku apa Aqeela sih?"

Orang tuanya kompak menunjuk Aqeela.

Aqeela bertepuk tangan. "Yey!! Lo kalah 'kan Mo." Ucapnya dengan mengibaskan rambutnya sampai mengenai mulut Mohan.

"Lain kali Aqeela call Ayah kalau Mohan nakal, biar kita tonjok barengan,"

Mohan menatap Aqeela seperti mengucapkan 'perang di mulai' dan Aqeela menatapnya dengan tersenyum mengejek.

"Bunda mau ikutan nggak kalau Mohan nakal?" Tanya Aqeela.

"Ikut dong!" Jawabnya semangat.

"Jadi, tahu 'kan, Mo?"

"Apa?!" Tanya Mohan sensi.

"Yang anak kandung siapa." Ucap Aqeela terkikik geli.

"Siapa?" Tanya Mohan polos.

"Ya, gue lah! Pake nanya!

"Sh!bal." Umpat Mohan.

"Heh!" Tegur mereka ke Mohan.

•••

Di bawah langit dan awan hitam yang menutupi sebagian rembulan terdapat dua jiwa yang penuh harapan akan kebahagiaan dan kebersamaan.

Cinta dan rasa mereka itu nyata, benar adanya.

Cinta itu mudah sekali dirasakan, ketika melihatnya bisa membuatmu tersenyum, merasakan kenyamanan ketika berada disisinya dan hidup terasa lebih berwarna.

Berjalan bersama dan bergandengan tangan dengan erat.

Rambut Aqeela berterbangan di terpa angin malam, sesekali Mohan membenarkan helaian rambut Aqeela yang menutupi wajahnya.

"Seru ya jalan kaki malam-malam gini, udara segar banget!" Ucap Aqeela.

"Seru nya itu kalau sama gue aja, Qeel. Kalau sama yang lain nggak." Jawabnya.

"Ye! Lo mah kepedean."

"Emang lo pernah jalan kaki malam-malam gini selain sama gue?" Tanya Mohan.

"Y-ya nggak pernah, lah."

Mohan manggut-manggut.

"Hi jomblo, apa kabar?!" Sapa Mohan ke Miko tetangga mereka yang lagi bermain sama monyetnya.

"Hi HTA!" Sapa nya balik.

"Kemana lo berdua, ikut dong!" Lanjutnya.

Mohan dan Aqeela menghampiri Miko di teras rumahnya.

"Lo mau jadi nyamuk?" Tanya Mohan tengil.

"Bukan nyamuk sih,"

"Terus apa?" Sahut Aqeela.

"Gue di tengah-tengah kalian, biar lo berdua nggak aneh-aneh,"ucap Miko dengan tawanya.

"Sembarang lo! Otak gue nggak sekotor itu kali!" Ujar Mohan.

Be Loved! [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang