Teruslah hidup, barangkali esok ada cinta yang membuatmu tak ingin mati.
***
Dug!
Kening Aqeela terbentur ke punggung Mohan.
Mata Aqeela terpejam dan memeluk erat tubuh Mohan. "ARGHH!" Teriaknya.
"Hei? Kok teriak?" Tanya Mohan sambil menoleh kebelakang.
Aqeela masih memejamkan matanya dan bergetar ketakutan.
Mohan memberhentikan motornya di dekat taman. "Ada apa? Turun dulu yuk."
Aqeela menggelengkan kepalanya. Melihat penolakan Aqeela, dia menggendong tubuh Aqeela dan mendudukkan di kursi taman.
"Kenapa, Sayang?" Tanya Mohan lembut dengan mengusap rambut Aqeela.
Mohan mengguncang pelan bahu Aqeela. "Aqeela, buka matanya. Hei, Kenapa? Maaf yaa, aku ngebut banget bawa motornya."
"Takut," cicit Aqeela pelan.
"Katanya tidur, kenapa tiba-tiba teriak? Mimpi buruk ya? Untung aja udah aku ikat pinggang kamu ke aku biar nggak jatuh," ucap Mohan pelan sambil menenangkan Aqeela.
"Iya, Aqeela mimpi kita ditabrak mobil gede, Mo." Jawabnya dengan mata berkaca-kaca.
"Just dream, Babe. Ada aku, jangan takut yaa."
"K-kamu nggak akan ninggalin aku kan?" Tanyanya.
"Nggak. Buktinya aku cinta sama kamu, aku nggak tertarik sama siapapun selain kamu."
"Nggak tertarik juga sama kematian 'kan?" Tanya was-was.
Mohan terkekeh kecil. "Nggak, kita mau nikah terus wujudin mimpi-mimpi kita bangun keluarga kecil. Masa aku ninggali kamu, nggak, lah."
"Beneran?"
"Umm... Tapi, nggak tahu 'kan author yang buat takdirnya, Qeel." Ucapnya sambil tertawa.
"Aku serius, Mo. Kamu nggak akan ninggalin aku 'kan?"
"Nggak. Aku nggak ikhlas lihat kamu sama orang lain, nggak mau."
Aqeela tersenyum manis sampai airmata yang menggenang di pelupuk matanya menetes.
Mohan mengusap air matanya dan berucap. "Nggak boleh nangis, calon istrinya Mohan nggak boleh sedih-sedih,"
Aqeela tertawa mendengar ucapan Mohan dan mengajak Mohan menautkan jari kelingking. "Janji?"
Mohan menautkan jari kelingking ke Aqeela. "Yeah, i'm promise."
Mohan menepuk-nepuk pelan kepala Aqeela. "Kamu harus bahagia, aku janji."
"Cium dulu!" Ucap Aqeela sambil menunjuk pipinya.
Cup!
Mohan mengecup pipi Aqeela.
"Udah, Sayang?" Tanyanya.
"Kurang!"
Mohan menatap sekeliling mereka dan ternyata ada cctv di pinggir jalan.
"Tuh, lihat." Mohan menunjuk cctv.
"Biarin,"
"Entar viral, kamu mau?" Tanya Mohan sambil mencubit pelan hidung Aqeela.
"Mauuu!"
"Ini pacar siapa sih? Gemes banget!"
"Pacar Mohan!"
"Kenapa jidat kamu panas ya? Masih pusing?"
"Sedikit." Jawabnya.
"Lucu ya kalau panggilan aku-kamu, boleh nggak aku minta sesuatu, Qeel?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Be Loved! [END]
Teen Fiction"Gue cinta sama lo." Ucap Mohan penuh penekanan. "Hah?" Pernyataan yang paling mengejutkan dalam hidup Aqeela ialah ketika sahabatnya menyatakan cinta. Bahkan mereka selalu bersama. "Lo terlalu jauh untuk gue gapai, Mo." "Iya tahu, sejauh itu kita b...
![Be Loved! [END]](https://img.wattpad.com/cover/362403558-64-k694358.jpg)