"Sini, Qeel. Katanya mau obatin gue,"
"Gue nggak bawa obat, Mo."
"Obatnya peluk. Ayo pulang, obatin gue dirumah sepuasnya."
"Sepuasnya? Maksudnya apa nih?" Tanya Regan dengan memicingkan matanya.
"Cuddle," jawab Mohan.
"Nggak lah, Mohan ada-ada aja."
"Qeel? Ngambek nih gue!"
"Lagian ini sekolah, Mo."
"Pulang, Aqeela. Ayo."
"Lo sama Aqeela gimana? Kan belum pulang sekolah?" Tanya Farel.
"Aman, kalau itu."
•••
"Gue takut, Mo."
"Takut jatuh? Pegangan aja Qeel, gue bawa motor kan emang ngebut,"
"Bukan itu! Kita pakai seragam sekolah gini tapi gak sekolah, entar di tangkap satpol pp."
Mohan tertawa mendengar ucapan Aqeela. "Aqeela..."
"Kok lo ketawa sih?!"
"Lucu. Nggak ada yang mau nangkap kita,"
"Oh... Kenapa harus pulang sih. Kan bisa di obatin di UKS sekolah,"
"Cuddle, Qeel."
•••
Salsa yang penasaran kenapa tiba-tiba Aqeela pulang bersama Mohan, dengan wajah Mohan di penuhi lebam-lebam. Dia menghampiri Haikal dikelasnya untuk menanyakan 'apa yang terjadi'
"Haikal, tadi Mohan sama Aqeela kenapa pulang? Trus kenapa Muka Mohan bonyok?" Tanya Salsa panik dan langsung duduk di samping Haikal.
"Nafas dulu, Sa. Ngos-ngosan banget," ucap Haikal.
"Ya, gue panik. Mereka berdua ada masalah? Gue nggak sempet nanya makanya nanya lo,"
"Harus banget sama Haikal? Kenapa gak sama gue atau Farel?" Tanya Regan.
"Nanya sama yang waras aja!" Jawab Salsa.
"Salsa Anavella, emangnya gue se-nggak waras itu ya di mata cantik lo ini?" Sengit Regan.
"Thank you, Regan. Gue tahu gue cantik. Tapi, suara lo jelek. Diem dulu."
"Mereka kenapa, Haikal?"
"Mohan berantem,"
Salsa menghela nafas. "Iya tahu, maksudnya sama siapa?"
"Nggak tahu, Mohan gak mau cerita,"
"Kalian bertiga nggak mau cari tahu gitu? Mohan temen kalian bertiga kan?" Tanya Salsa memastikan.
Mereka bertiga menganggukkan kepalanya bersama dan berucap. "Iya."
"Mohan itu jauh lebih dari yang lo bayangin, Sa. Jadi dengan mudah dia beresin sampah." Ucap Regan menimpali.
"Sampah?"
•••
Sejauh ini dari banyaknya perempuan yang menyukai atau mendekati Mohan secara terang-terangan di tolak mentah-mentah oleh Mohan, dengan alasan malas berpacaran.
KAMU SEDANG MEMBACA
Be Loved! [END]
Novela Juvenil"Gue cinta sama lo." Ucap Mohan penuh penekanan. "Hah?" Pernyataan yang paling mengejutkan dalam hidup Aqeela ialah ketika sahabatnya menyatakan cinta. Bahkan mereka selalu bersama. "Lo terlalu jauh untuk gue gapai, Mo." "Iya tahu, sejauh itu kita b...
![Be Loved! [END]](https://img.wattpad.com/cover/362403558-64-k694358.jpg)