Selamat membaca💕
***
"Sa, gue mau tahu cerita lo sama Mohan, boleh?"
"Tunggu makanan datang dulu, Qeel. Baru gue cerita. Katanya lo lapar, mau breakfast."
Aqeela manggut-manggut. "Oke, deh."
Setelah menunggu beberapa menit pesanan mie goreng mereka telah tiba di meja.
"Lo gapapa pagi-pagi udah makan indomie, Qeel?" Tanyanya.
"Gapapa, lah."
"Udah!" Ucap Aqeela semangat.
"Cepat banget," ujar Salsa terkikik geli.
"Ya, 'kan gue nggak sabar mau dengar lo cerita."
Salsa meminum seteguk air, dan menghela nafas kasar.
Aqeela mengernyitkan dahinya. "Ada masalah?"
"Nggak, I'm okay."
Salsa tersenyum paksa, dan berucap. "Jadi, gini..."
~ Flashback.
Setelah selesai pertandingan antara Mohan, dan Gio.
"Selamat, Mo. Gue serahin Salsa sama lo malam ini. Kita party di club Terra Blues,"
Mohan menjabat tangan Gio, dan tersenyum smirk. Ternyata, ada saja yang menyenangkan pikirannya tanpa memikirkan Aqeela yang lagi dekat sama laki-laki lain.
"Thanks, ya."
"Urusan Salsa, aman. Udah gue text dia, dia udah otw ke club."
"Really? Salsa nurut banget kayanya sama lo."
"Nurut, lah. Lo juga tahu gue siapanya dia, haha." Tawa Gio.
Mohan, dan Gio bersama yang lainnya menuju tempat party yang mereka maksud.
Saat sampai di tempatnya, suara dentuman musik yang sangat keras menggema di telinga.
"Tuh, Salsa," tunjuk Gio ke arah Salsa yang duduk manis di meja bar.
Mohan berdecak kagum. "Gercep juga ya,"
Banyak yang tidak tahu bahwa ternyata Mohan, dan Gio ialah teman meskipun tidak terlalu dekat. Mohan jelas sudah tahu sejak lama antara hubungan Salsa dan Gio, dan sejauh apa mereka.
Salsa duduk membelakangi mereka, dan menggunakan dress berwarna merah maroon yang lumayan jelas membentuk tubuhnya.
Mohan dan Gio berjalan berdampingan diikuti yang lainnya.
"Asa!" Panggil Gio lumayan keras.
Salsa menoleh, dan lumayan terkejut melihat Mohan ada didepannya. Pasalnya Gio hanya bilang dirinya dijadikan taruhan tidak bilang siapa orangnya.
Salsa mengikuti permainan Gio, dan setelah malam ini dia berjanji tidak akan berurusan lagi dengan kakak iparnya itu.
"Mohan?" Ujar Salsa tak bisa menyembunyikan wajah terkejutnya.
"Hi, Salsa." Sapa Mohan.
Mereka duduk di sofa VIP yang sudah dibooking oleh Gio, sesuai kesepakatan.
Di meja mereka tersedia berbagai jenis minuman.
Mohan menuangkan red w!ne di gelasnya, dan meneguknya. Di rasa kurang puas, Mohan langsung meminumnya dari botolnya langsung.
Jelas, Mohan berbohong kepada Aqeela. Yang katanya tidak sengaja mabuk tapi kenyataannya Mohan sendiri meminum, minuman keras itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Be Loved! [END]
Novela Juvenil"Gue cinta sama lo." Ucap Mohan penuh penekanan. "Hah?" Pernyataan yang paling mengejutkan dalam hidup Aqeela ialah ketika sahabatnya menyatakan cinta. Bahkan mereka selalu bersama. "Lo terlalu jauh untuk gue gapai, Mo." "Iya tahu, sejauh itu kita b...
![Be Loved! [END]](https://img.wattpad.com/cover/362403558-64-k694358.jpg)