Selamat membaca💕
***
Hening, hanya ada suara ombak dan kicauan burung-burung di pantai. Hari semakin sore mereka berdua masih duduk di hamparan pasir putih.
Deburan ombak di lautan seakan bersorak kegirangan seolah merasakan suasana hati Mohan dan Aqeela.
Perasaan jatuh cinta, kesan yang sangat indah namun banyak sekali rintangan di dalamnya. Entah, itu dari diri sendiri keluarga ataupun orang-orang disekitar.
"Aqeela,"
"Iya, Mo? Kenapa?"
"Boleh gue bicara sama lo menggunakan aku-kamu?" Tanya Mohan.
Aqeela terkekeh kecil. "Boleh, kayak sama siapa aja,"
"Makasih ya," ucap Mohan tulus.
"Anytime, gue belum terbiasa, Mo."
"No problem, Qeel. Cuma pengin aja sekali-kali bicara aku-kamu. Kesannya 'kan kayak pasangan romantis gitu." Ujar Mohan dengan tawanya.
"Nggak juga sih. Tapi, sesekali boleh juga,"
"Qeel," panggil Mohan.
"Iya, Mohan..." Jawabnya.
Di bawah naungan pohon kelapa yang rindang, angin sepoi-sepoi menambah kesan nyaman dan tenang.
"Aku senang banget! Rasanya hari ini nggak bisa digantikan dengan hari-hari sebelumnya yang kita lewati, kita bisa deep talk dengan tenang. Jauh dari riuh kota, dan asing dari percekcokan manusia."
"Mohan, besok ataupun seterusnya kita bisa lewatin hari yang lebih menyenangkan dari hari ini. Jangan khawatir gue selalu ada untuk lo."
"Hari ini boleh bicara aku-kamu dulu? Sesekali aja, Qeel." Ujar Mohan dengan sedikit bercanda.
Aqeela terkekeh kecil. "Iya, lupa. Maaf yaa. Aku usahain."
•••
Dari kejauhan yang lumayan jauh tanpa sepengetahuan mereka berdua, Farel menatap mereka tatapan tajamnya.
Farel menggunakan binokular untuk memperjelas setiap aktivitas Mohan dan Aqeela.
"Za, nyingkirin Mohan bukan sesuatu yang sulit bagi aku. Tapi, nggak mungkin rasanya aku nyakitin kamu."
Farel mengusap wajahnya kasar. "aku juga nggak mungkin nyakitin diri aku sendiri demi kebahagiaan Mohan."
Farel terduduk sambil menampar wajah sendiri berulangkali berharap ini hanya mimpi.
Dengan tangan dingin dan gemetar Farel membuka album foto-fotonya bersama Aqeela bahkan dari awal mereka pertama sekali menggunakan seragam Alexandria Internasional School.
Berawal dari pertama dia melihat Aqeela dengan sikap lucunya, cerianya, bahkan suaranya yang bisa menaikan mood orang-orang di sekitarnya.
Farel tertarik dari awal mereka bertemu, dan dari sana juga Farel selalu memfoto Aqeela dari kejauhan dan pada akhirnya dia berteman dengan Mohan.
Farel semakin penasaran dengan Aqeela yang membuatnya nekat mendekati Aqeela padahal dia sudah tahu sendiri sedekat apa Mohan dan Aqeela.
Farel selalu mengikuti kemanapun Aqeela pergi tanpa sepengetahuan Aqeela, dan yang lebih nekatnya ialah dia memasang kamera tersembunyi di kamar Aqeela.
Sampai pada akhirnya mereka sering bersama dengan hubungan yang bisa di sebut 'hubungan tanpa status'
Pergi berdua, jalan-jalan bedua, sering bertemu diam-diam di taman belakang sekolah ataupun di ruangan pribadi Farel. Itu semua mereka tutupi karena Aqeela belum siap menjalani hubungan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Be Loved! [END]
Teen Fiction"Gue cinta sama lo." Ucap Mohan penuh penekanan. "Hah?" Pernyataan yang paling mengejutkan dalam hidup Aqeela ialah ketika sahabatnya menyatakan cinta. Bahkan mereka selalu bersama. "Lo terlalu jauh untuk gue gapai, Mo." "Iya tahu, sejauh itu kita b...
![Be Loved! [END]](https://img.wattpad.com/cover/362403558-64-k694358.jpg)