Chapter 26

1.5K 95 8
                                        

Happy reading💕

***

Jam istirahat telah tiba dan disinilah di perpustakaan Farel dan Jeslyn sedang berbincang berdua.

"Harus banget di perpustakaan, Rel?" Tanya Jeslyn.

"Iya, nggak ada yang salah kan? Gue suka lihat tumpukan buku, apalagi membaca buku tentang kehidupan manusia kedepannya gimana." Jawabnya.

"Nggak ada sejarah atau apapun itu yang bisa tahu masa depan seseorang."

Farel terkekeh kecil. "Ada. Gue sendiri yang akan bikin sejarahnya."

Jeslyn mencondongkan tubuhnya dan menatap serius wajah Farel. "Sampai kapan?"

"Apanya?"

"Haha, lo pasti lebih ngerti ucapan gue."

"Lo capek?"

"Dari yang lo lihat gimana? Cukup hati lo aja yang buta, mata lo jangan."

Farel manggut-manggut. "Siapa yang nemuin lo hari ini?"

"Tasya. Cewek lo yang ke berapa itu? Bahkan dengan hebatnya cewek itu tahu kehidupan gue ya. Sejauh apa lo sama dia sampai dia cari tahu kehidupan gue?"

"Lo cewek gue satu-satunya, Je. "

•••

"Kalau gue bilang, gue nggak suka kedekatan lo sama David, lo mau jauhin dia?" Tanya Mohan.

Aqeela hanya diam dan memainkan ponselnya.

"Salsa sama yang lain mau kesini nanti, gapapa kan?"

"Iya, dari tadi lo ngalihin pembicaraan, dengerin gue dulu, Qeel."

"Iya?"

"Angkat kepala lo kalau gue lagi ngomong. Jangan nunduk, Aqeela." Tekan Mohan.

Dan lagi-lagi Aqeela diam tanpa menjawab pertanyaan Mohan.

"Diam, berarti nggak mau ya. Lo suka sama tuh cowok?" Selidiknya.

"Kalau gue bilang, gue suka sama lo emang lo bakal percaya?" Aqeela menatap mata Mohan.

"Kalau suka sama gue, trus kenapa masih jalan sama cowok lain?" Tanyanya.

"David sekedar iklan di hidup gue, lo pemilik aslinya."

"Bulshit."

Aqeela terkekeh sinis. "I know, lo juga pasti khawatir gue keluar malem-malem sama cowok. Tapi, terserah lo mau percaya atau nggak, intinya gue jujur. Gue cuma ke mall."

"Kenapa nggak sama gue?"

"Lo sibuk kemarin, gue lihat lo juga pergi."

"Sibuk bukan jadi alasan, Qeel. Bilang aja kalian udah janjian,"

"Maaf."

Mohan menggelengkan kepalanya. "Gapapa, mungkin gue nggak terlalu berguna buat lo."

•••

Seperti yang Salsa bilang sama Aqeela dia dan rombongan lainnya akan kerumah Mohan.

Dan sekarang mereka telah berkumpul di ruang tamu.

Be Loved! [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang