"Kehidupan tak pernah abadi, sementara penyesalan akan selalu menjadi bayang-bayang di sepanjang waktu. Namun cinta yang tulus... takkan pernah benar-benar pergi. Ia hidup dalam ingatan, dalam rindu yang tak terucap." - Haciss15🦋
●Happy Reading●
°•°•°•°•°
♡♡♡🌷♡♡♡
-
-
-
Perjuangan Devan untuk mendapatkan kembali hati Adara bukanlah perkara mudah. Bukan sekadar ucapan manis atau janji-janji penyesalan. Karena luka yang ia tinggalkan terlalu dalam, terlalu menyakitkan untuk sekadar dimaafkan dalam semalam.
Dan kini, perjuangannya menjadi semakin berat.
Adara... gadis yang paling ia cintai, kini terbaring lemah di rumah sakit, berjuang antara hidup dan mati. Semua karena keegoisannya. Karena ia terlalu lama diam, terlalu lambat mengambil keputusan, dan terlalu takut untuk melawan demi orang yang seharusnya ia lindungi sejak awal.
Ia menggenggam tangan Adara yang pucat, dengan selang infus yang menempel di lengan mungil itu. Jari-jarinya tak lagi sehangat dulu. Wajahnya pucat pasi, dengan oksigen terpasang di hidung. Gadis itu tampak rapuh... terlalu rapuh untuk menanggung beban yang seharusnya bukan miliknya.
"Maafin aku, Ra... aku tau kata maaf gak bisa memperbaiki semua yang udah hancur, tapi aku mohon sama kamu ra, tolong maafin cowok brengsek ini..."Bisiknya lirih, kepalanya menunduk di sisi ranjang. Bahunya bergetar berusaha menahan tangis yang sudah tak tertahan lagi.
Adara menjadi korban dari kesalahan banyak orang-kesalahan yang tak pernah ia lakukan. Dituduh menjadi penyebab kematian ibunya sendiri oleh ayahnya, dijauhi oleh orang-orang yang seharusnya melindungi, bahkan dihina dan disakiti secara fisik oleh keluarga Tiara dan teman-teman nya hanya karena ia dianggap pembawa sial.
Padahal, Adara... hanya ingin dicintai dengan tulus.
Saat tiba waktu kecelakaan itu... menjadi pukulan telak.
Semua kebenaran akhirnya terungkap. Bukti-bukti tentang manipulasi yang dilakukan keluarga Tiara, termasuk rekaman video yang memperlihatkan keluarga Adara bagaimana mereka membunuh dengan sadis nya tepat didepan seorang anak kecil yang tidak tahu apa-apa. Salah satu orang kepercayaan Anton- Ayah Adara, yang diam-diam menyimpan kebenaran itu akhirnya tak tahan lagi menyembunyikannya.
Dan saat semuanya terbuka... tak ada yang bisa membantah lagi.
Termasuk semua orang yang kini sudah berkumpul di luar ruang ICU dengan kepala tertunduk dalam. Penyesalan datang terlambat dengan rasa bersalah yang terus menghantui mereka.
"Maafin kita Dar, kita emang bukan sahabat yang baik buat lo."Gumam Aurel. Dari Aurel dkk dan beberapa anggota Vagos lain nya sudah mengetahui permasalahan ini, dan jujur saja itu membuat mereka merasa terpukul dan menyesal karena sudah membuat hidup seorang gadis, kini hancur.
Sementara itu, Devan menolak untuk beranjak dari sisi ranjang Adara. Setiap jam, ia memanggilkan perawat. Setiap menit, ia mengusap dahi gadis itu dengan penuh kehati-hatian. Bahkan saat tubuhnya sendiri mulai lelah, ia tetap bertahan di sana.
Karena kali ini, ia tidak akan lagi meninggalkan Adara.
"Ra... kamu pernah bilang, kamu kuat. Tapi kamu juga manusia... yang bisa lelah, bisa jatuh. Sekarang giliran aku yang jaga kamu. Jadi... bangun ya? Biar aku yang tebus semua dosa aku. Biar aku yang nyembuhin luka yang pernah aku buat. Asal kamu buka mata... asal kamu balik lagi ke aku."
KAMU SEDANG MEMBACA
DEVAN & ADARA
Teen FictionDevan Wijaya Pratama, cowok yang terkenal dingin tapi tampan dan memiliki sifat badboy disekolahnya, laki laki yang mempunyai kulit putih, berbadan tinggi, rahang yang tegas dan kokoh, hidung mancung, beralis tebal, bibir tebal bewarna merah alami d...
