Part 39

481 34 8
                                        

Selamat membaca 🌾
.

.

.

"Teo mohon, jangan sakiti Teo lagi, Teo takut"

"Kaka tunggu di luar yah, kita pulang bareng" Ucap Nadia sambil mengusap kepala Teo.

Nadia berjalan keluar kelas dan menunggu Teo tepat didepan pagar sekolah.
.

.
[POV Author]

Teo keluar kelas sambil melihat ke kanan dan ke kiri dengan perasaan takut, jujur Teo masih ada ketakutan bertemu dengan Nadia, di karenakan perlakukan Nadia yang kasarlah membuat Teo tidak suka, terlebih lagi itu adalah pengalaman pertama bagi Teo.

Teo segera membuka aplikasi jemputan untuk pulang dari sekolah, sambil terus berjalan ke arah luar sekolah. Teo terus menunduk dan tidak menyadari sudah ada Nadia di dekatnya.

"Sayang" Ucap Nadia

"Ka Nad" Suara Teo tidak terdengar sama sekali tetapi gerakan mulutnya sangat jelas mengucapkan nama Nadia.

"Yuk kita pulang" Ajak Nadia, saat ingin memegang tangan Teo, Teo langsung menghempaskan tangannya.

"Teo pulang sendiri" Ucap Teo sambil tertunduk dengan takut.

Nadia yang menyadari ekspresi ketakutan Teo langsung mundur selangkah sambil mengangkat dagu Teo. "Jangan takut ya, kita ada diluar, kaka gak akan macam-macam, maaf" Ucap Nadia.

"Kaka tunggu sampai kamu dijemput" Ucap Nadia sambil tersenyum manis. sedangkan Teo hanya berdiam diri sambil sedikit menjauh.

Nadia yang menyadari Teo berdiri cukup jauh darinya hanya diam dan membiarkannya.

Setelah beberapa menit, datanglah jembutan dari aplikasi hijau dan langsung berhenti tepat didepan Teo, Nadia yang melihat itu langsung menuju mobilnya dan mengikuti perjalanan Teo.

"Itu pacarnya ya di belakang, soalnya dari sekolah tadi udah ngikutin" Teo yang tersadar langsung menoleh kebelakang dan melihat mobil Nadia yang terus mengikutinya.

Sesampainya di rumah Teo langsung bayar dan bergegas masuk kedalam rumah, Nadia yang melihat sikap Teo enggan untuk keluar dari mobil dan memutar balik mobilnya untuk pulang ke rumah.

.

Hari-hari berikutnya, Teo tetap menghindari Nadia, walaupun Nadia sudah berusaha keras untuk tetap mendekati Teo. Bahkan Teo bolos dan terlambat pun bisa bebas dari hukuman, karena diselamatkan oleh Nadia.

Nadia juga tetap mengantarkan Teo pulang ke rumah walaupun hanya mengikuti dari belakang.

Sampai akhirnya Teo mendapat kabar kalau Nadia sering izin masuk sekolah. Nadia yang awalnya sangat ambisi untuk belajar dan menjadi nomor satu mudah dikalahkan dengan sikap Teo yang menghindarinya.

Untungnya Nadia masih mempunyai teman dan keluarga (keluarga Tian) yang masih memberi perhatian kepadanya.

Viana yang sudah manjadi teman Nadia berinisiatif untuk menjenguk Nadia ke rumah, rumah yang tidak terkunci membuat Viana langsung masuk, karena Viana yakin Nadia ada di dalam rumah.

"Nad" Ucap Viana. karena tidak mendapatkan jawaban, Viana kembali mengetuk pintu kamar Nadia.

"Nad, ini gue, Viana" Ucap Viana

Viana kembali mengetuk pintu dan mencoba membuka pintu kamar Nadia, ternyata kamarnya tidak dikunci. Viana masuk ke dalam dan mendapati kamar Nadia yang sedikit berantakan, tercium bau alkohol yang cukup menyengat, Viana pun langsung menyalakan lampu kamar.

Ketos Itu Pacar TeoCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang