Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Part 40

497 34 3
                                        

Selamat Membaca🌾

.

.

.

"Jijik" Sahut Nadia.

"Udah ah, gue mau buang sampah dulu, sambil bakar bungkus obat yang udah lo minum" dan mendapat anggukan dari Nadia.

"Apa suatu saat Rehan bakal minta putus juga, karena perlakuan gue yang memang keterlaluan, tapi kan Rehan udah gue beli, kayanya dia gak bakal berani?" Pikir Viana sambil melihat apii yang sudah mulai menyala.

.

.

(POV Teo)

Beberapa hari ini gue emang gak liat Ka Nad hadir di sekolah, entah apa alasannya gue juga gak nanya. jujur ya, gue masih takut ketemu Ka Nad, walaupun Ka Nad ngelaku-in itu karena pengaruh alkohol, entah kenapa gue ngerasa jijik aja sama diri gue sendiri.

Apakah gue semurah itu?

Apakah dipikiran Ka Nad, gue cuma pelampiasan nafsunya aja?

Ka Nad masih kok minta maaf, kadang balas chat, kadang juga datang ke rumah, gue tau ka Nad sering ke rumah, tapi entah kenapa Ka Nad gak pernah mampir, paling cuma sampai depan rumah doang.

Apa Ka Nad takut sama orang tua gue?

Padahal gue gak pernah cerita apapun sama orang rumah.

Sampai akhirnya, beberapa hari ke belakang Ka Nad gak pernah mampir ke rumah, balas chat juga enggak. gue juga dapat kabar Ka Nad gak masuk sekolah. 

Apa Ka Nad sakit? atau pindah?

Entah kenapa gue takut, gue takut Ka Nad ninggalin gue, tapi gue juga takut Ka Nad yang kembali kasar sama gue. 

Dari kecil gue gak pernah dapat perlakuan kasar dari orang sekitar gue, terutama keluarga gue, gue selalu diperlakukan dengan lembut, baik, apalagi mama yang punya selera humor yang baik.

Jadi di saat gue dapat perlakuan kasar gue ngerasa harga diri gue rendah banget, apalagi direndahin sama pacar sendiri.

Sayang?

Jujur gue masih sayang sama Ka Nad, tapi gue takut. itu aja.

Bingung ya kalian sama perasaan gue, sama gue juga bingung.

.

.

(POV Autor)

Nadia kembali mendapatkan semangat untuk memperbaiki hubungannya dengan Teo. Nadia kembali pergi ke sekolah dan melakukan aktifikasnya kembali. seperti biasa Nadia menunngu Teo di depan gerbang, dan kebetulan tidak terlambat masuk ke sekolah.

"Sayang" Panggil Nadia. Sebelum Teo berlari menghindari Nadia, Nadia langsung menarik tangan Teo dan menariknya ke dalam mobil dengan lembut"

"Masuk sayang" Ucap Nadia setelah membukakan pintu mobil, sedangkan Teo hanya diam.

Nadia berencana membawa Teo ke arah pantai, sedangkan Teo hanya diam dan tidak tau Nadia akan membawanya kemana. 

Setelah menempuh perjalanan sekitar 2 jam, Nadia memakirkan mobilnya, dan menarik Teo untuk menuju sebuah kursi dan mendudukkan Teo disana.

"Tunggu ya, kaka beli makanan dulu" Teo masih diam tanpa bertanya apapun tetapi tidak berontak sama sekali.

Dikarenakan meraka pergi ke pantai bukan hari libur, jadi suasana di pantai cukup sunyi. Teo membaringkan badannya di kursi panjang, dan menutup matanya, sambil menikmati angin pantai. 

Ketos Itu Pacar TeoCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang