Part 41

466 31 2
                                        

Selamat Membaca🌾

.

.

.

"Karena kaka sudah punya rencana untuk menjadi anggota Osis untuk  PDKT sama kamu sayang"

"Jadi alasan kaka bisa sekolah lagi dan mulai membuka diri lagi itu karena kamu sayang" Ucap Nadia sambil tersenyum manis
.

.

.

"Ada pertanyaan?" Tanya Nadia

"Berarti kaka kembali makan obat itu gara-gara Teo?" Tanya Teo sambil bangun dan menegakkan badannya.

"Boleh kaka peluk?" Tanya Nadia, yang juga ikut menegakkan badannya .

"Maaf" Jawab Teo.

"Kaka izin pegang tangannya" Ucap Nadia.

"Kaka kembali makan obat itu bukan karena kamu sayang, karena ketidakbisaan kaka untuk menahan diri kaka sendiri, okey" Ucap Nadia sambil mencium tangan Teo. 

"Kaka pernah gitu-an sama orang lain?" Tanya Teo sedangkan Nadia faham arah pertanyaan Teo.

"Enggak, gak pernah sama sekali sayang, maaf" Jawab Nadia.

"Kaka cerita ini bukan bikin kamu kepikiran, ini bentuk penyesalan kaka tentang diri kaka di masa lalu, kaka gak tau apakah perlakuan kasar kaka ke kamu bisa dimaafkan atau tidak, tapi kaka harap masih ada kesempat.." Ucapan Nadia terpotong karena Nadia yang mulai terisak. Teo yang menyadari itu langsung menatap mata Nadia. 

"Kaka selalu berharap masih ada kesempatan kedua untuk kaka sayang" Ucap Nadia.

"Ka Nad jangan nangis" Sahut Teo, dan Nadia mengusap air matanya yang mulai menetes.

"Maaf" Ucap Nadia dan berdiri dari tempatnya "Kaka mau cari kelapa muda dulu, kamu tunggu di sini yaa" Ucap Nadia dan Teo menganggukan kepalanya. 

Sambil memandang hamparan laut yang luas Nadia meluapkan emosinya, Nadia menangis sejadi-jadinya, sampai perasaannya mulai membaik barulah Nadia membeli beberapa jajanan dan es kelapa muda.

Teo duduk bersandar dan mulai memikirkan ternyata hidup Nadia tidak semudah yang iya kira. Di saat Teo sibuk dengan pikirannya sendiri, Teo dikejutkan dengan suara Nadia yang datang dengan dua es kelapa muda dan beberapa jajanan. 

"Sayang" Ucap Nadia

"Gak udah mikir macam-macam okey" Ucap Nadia.

"Mari kita makan" Ajak Nadia dan mendapat anggukan dari Teo.

.

(Kembali ke sekolah)

Sementara itu di sekolah terlihat Rehan yang baru saja keluar kelas menuju kantin. Terlihat jelas wajah Rehan yang lelah, entah apa yang terjadi padanya. 

Rehan dan Viana mengikuti pembelajaran seperti biasa tanpa sadar bahwa Teo dan Nadia tidak hadir ke sekolah hari ini.

Nadia sudah mengetahui perihal Rehan yang telah meminta maaf kepada Teo, dan mengurungkan niatnya untuk mengambil beasiswa yang telah didapatkan oleh Rehan.

Rehan hanya membeli 2 gorengan karena uang yang dimilikinya memang sedikit. Selama Rehan tinggal di rumah Viana, setiap pagi Rehan selalu makan dengan lahap, dipikirannya supaya di sekolah tidak perlu jajan terlalu banyak, untuk air pun rehan memilih untuk membawanya dari rumah. 

"Sudah makan?" Tanya Viana yang tidak sengaja berpapasan dengan Rehan.

"S-sudah" Jawab Rehan dengan gugup.

Ketos Itu Pacar TeoCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang