Part 38

449 39 8
                                        

Selamat membaca..
.

.

.
Mereka tidak ada yang menyadari bahwa terjadi perang dingin antara Teo dan Nadia, yang mereka tau bahwa ternyata seorang ketua osis juga sangat bucin kepada pacarnya, bahkan teman-teman Teo pun tidak menyangka bahwa temannya sangat dicintai oleh seorang Nadia.

Mereka tidak tau saja, apa yang didapatkan Teo lebih sakit dari pada hanya berdiri dilorong setiap pagi.
.

.

.
POV Teo

Setelah satu minggu ini gue sakit, akhirnya gue masuk kembali ke sekolah. Gue sebenarnya belum siap ketemu Ka Nad, badan gue juga masih sedikit sakit.

Ka Nad selalu hubungin gue lewat semua akun sosmednya, tapi tetap gue gak balas chatnya, eeeemmmm lagi gak mau balas chat Ka Nad aja.

Gue juga sadar dengan kegigihan Ka Nad yang selalu berusaha buat ketemu sama gue, tapi guenya yang gak mau ketemu dulu, emangnya gue salah ya?

Gue juga tau kok, ka Nad sering nungguin gue di lorong kelas gue. Dari mana gue tau?, yaa dari temen-temen gue. Mereka selalu ngasih tau tentang Ka Nad selama gue gak masuk sekolah.

Rasanya gue mau izin sekolah lagi, tapi guenya udah gak demam. Mama juga sadar gue lagi marahan sama Ka Nad.

Beberapa kali mama ngasih tau kalau ka Nad sering datang ke rumah, walaupun gue selalu menolak untuk ketemu. Bahkan kadang-kadang gue liat mobil Ka Nad masih terparkir di depan rumah gue sampai pagi hari.

Gue sampai di sekolah, dan langsung disambut oleh temen-temen gue dengan heboh. Semua nanyain keadaan gue, dan gue selalu jawab "Gue sakit? Tidakk akann" Sambil jari telunjuk gue goyang-goyangkan.

Gue langsung masuk ke dalam kelas dan memulai pelajaran dengan semangat. Semangat?, oh tidak mungkin, gue tetap ngantuk.

Tapi rasa kantuk gue hilang seketika setelah gue mendengar bunyi bel tanda istirahat. Semua orang langsung menuju ke kantin, termasuk temen-temen gue. Sedangkan gue? Yaa pasti ikut lah.

Gue mulai mencari-cari keberadaan Ka Nad, soalnya gue gak mau ketemu Ka Nad dulu. Temen-temen gue gak ada yang tau tentang renggangnya hubungan gue, yang tau paling Ka Tian.

Kami mencari tempat duduk setelah memesan beberapa makanan dan langsung menemukan bangku yang kosong, setelah beberapa saat menunggu, makanan kami pun datang.

Gue langsung menyantap makanan yang tersedia dengan lahap, akhirnya nafsu makan gue kembali juga, kangen juga dengan suasana kantin.

Ingat!! Suasana kantin bukan kelas.

Karena jam istirahat masih ada 5 menit, kami mutusin buat duduk-duduk santai dulu di kantin, walaupun makanan kami udah ludes. Tetapi tiba-tiba Ka Viana datang bawa minuman jus sampai 4 cup.

Ka Viana cuma bilang "minumannya buat kalian semua", cuma bilang itu doang, gue heran kenapa Ka Viana ngasih minuman ke kita, padahal akrab aja enggak?

Reaksi temen-temen gue ya pasti seneng lah, siapa sih yang gak seneng kalau dapat minuman gratis.

Sedangkan gue cuma heran dan langsung menyusul Ka Viana. Ka Viana cuman bilang "Minum aja, gak di racun kok". "Lah yang bilang ini racun siapa?" pikir gue.

Mana berani langsung ngomong kaya gitu, orang aura dominan Ka Viana lebih kuat dari pada Ka Nad.

"Dari Ka Nad ya?" Tanya gue, dan Ka Viana cuma ngangguk aja.

Dari kejauhan gue sempat ngeliat Rehan, dan mode usil gue muncul tiba-tiba. Gue langsung menyodorkan minuman ke arah Ka Viana seakan-akan menolak pemberian Ka Viana.

Ketos Itu Pacar TeoCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang