Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Part 43

266 26 4
                                        

Selamat membaca🌾
.

.

Setelah hampir 4 jam, dokter keluar dengan muka lesunya, mereka semua langsung berdiri dan menanyakan keadaan Nadia.

"Mohon maaf, kami tidak bisa melanjutkan operasi" Ucap Dokter.

.

.

.

Mohon maaf kami tidak bisa melanjutkan operasi

"Ken...hiks...kenapa dok?" Tanya Teo yang sudah menangis sesegukkan dipelukan Tian.

"Iya dok kenapa?" Tanya Bunda Tian.

"Alat di rumah sakit ini belum selengkap yang ada di Jakarta, kami akan memberikan rujukan untuk dipindahkan ke rumah sakit jakarta" Ucap Dokter.

"Kami akan membawa pasien ke rumah sakit Singapura dok" Ucap Ayah Tian.

"Iya, kami sekalian bawa ke sana saja" Ucap Bunda Tian

Teo yang kaget langsung menatap Tian, dan menggelengkan kepalanya. "Husssttttt, ini demi Nadia", Teo kembali memeluk Tian dengan erat.

.

Tak terasa sekarang Teo sudah kelas 12, sedangkan Tian sudah lulus dan memilih kuliah di Singapura, hampir setahun Teo tidak mendapat kabar apapun dari Nadia, bagaimana perkembangan Nadia pun Teo tidak tau.

Teo selalu bertanya kepada Tian dan jawabannya selalu sama "Nadia kuat" hanya itu, sekarang Tian sudah tidak bersekolah lagi di SMA Kalimantan (karena sudah lulus yaa).

Selain dengan Tian, Teo juga selalu bertanya kepada kepala sekolah, yang notabennya masih keluarga Nadia, dan jawaban yang didapat Teo juga sama "Tenang, Nadia tidak selemah itu."

Teo juga sering mengunjungi rumah Nadia dan juga rumah Tian tetapi hasilnya sama, seakan-akan mereka semua menutupi keberadaan Nadia.

Saat ini Teo duduk di kamar sambil menatap jendela kamarnya, setelah memberikan pesan kepada Nadia. Teo selalu memberikan pesan kepada Nadia tetapi tidak pernah dibalas oleh Nadia, Teo selalu menceritakan hal-hal random yang terjadi kepadanya, mulai dari dia yang bolos sekolah, sampai saat dia menangis hanya karena merindukan Nadia.

Teo juga sering mengunjungi pantai saat terakhir kali Nadia menceritakan kehidupannya, Teo sering memotret pemandangan pantai tersebut dan mengirimkannya kepada Nadia. Teo juga sering memberikan pesan suara saat dia sedang menangis.

Teo beberapa kali memberikan ancaman kepada Nadia, dia akan berselingkuh kepada Viana jika Nadia tidak membalas pesannya, dan semuanya tidak membuahkan hasil apapun, Nadia belum membalas pesan Teo.

"Sayang" Ucap Mama Teo

"Kenapa?" Tanya mama Teo karena melihat anaknya melamun di depan jendela kamar.

"Kangen ka Nadia" Ucap Teo dan memeluk mamanya, mamanya yang dipeluk pun langsung mengusap-usap punggung Teo dengan lembut.

"Sabar sayang, mama selalu berdoa supaya Nadia cepat pulih" Ucap mama Teo.

"Makan yuk" Ajak mama Teo dan mendapat gelengan dari Teo.

"Teo harus makan yang banyak, nanti kamu sakit, dan jangan sedih, nanti Nadia juga sedih" Ucap mama Teo dan mendapat anggukan dari Teo.

.

"Woy Teo" Ucap Baim

"Bolos?" Tanya Baim.

"Tapi kemana?" Tanya Teo

Mereka belum sampai ke dalam sekolah, masih di depan sekolah dengan beberapa gorengan di tangannya.

"Kaka mau bolos?" Ucap Rehan yang kebetulan ingin masuk ke dalam sekolah.

Ketos Itu Pacar TeoCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang