Part 42

679 39 2
                                        

Selamat membaca🌾
.

.

.

"Katanya tadi gak mau" Ejek Nadia.

"Pelit!" Ucap Teo.

Nadia yang melihat Teo memakan makanannya dengan lahap hanya bisa berharap Teo masih mau memberikan kesempatannya kembali. "Semoga" Batin Nadia.

.

.

Hubungan Nadia dan Teo makin membaik, tapi entah mengapa Nadia merasa Teo belum memberikan pernyataan resmi apakah Teo memaafkannya atau belum.

Setiap kali Nadia meminta maaf, Teo hanya diam, tetapi bukan berarti Teo mendiamkannya.

Beberapa kali hadiah kecil dari Nadia selalu diterimanya, dan chat dari Nadia selalu dibalas dengan baik.

Entahlah apa yang diinginkan Teo, Nadia tidak mengerti. Teo belum resmi memaafkannya tetapi kecemburuannya terhadap Nadia selalu ada.

Nadia yang melihat Teo sering cemburu merasa ada harapan untuknya bersama kembali bersama Teo.

"Hari ini pulangnya dijemput siapa?" Tanya Nadia

"Gak tau tuh" Acuh Teo

"Sama kaka aja yaa" Ucap Nadia

"Ya..udah kalo maksa" Jawab Teo

Mereka pun masuk kedalam ruang kelas masing-masing dan mengikuti pembelajaran seperti biasa.

.

Sepulang sekolah Teo berinisiatif untuk membeli beberapa jajanan depan pagar sekolah, untuk dimakan saat diperjalanan pulang ke rumah.

Nadia yang dari jauh sudah melihat Teo langsung keparkiran mobil, dan mengendarai mobilnya keluar pagar, supaya Teo tidak perlu bolak-balik lagi.

Tidak lupa Nadia memberi tau Teo melalui pesan chat dan langsung dibaca oleh Teo. Nadia mengendarai mobilnya dan menunggu Teo dari mobilnya.

Nadia memarkirkan mobilnya cukup jauh dari sekolah, agar tidak menyebabkan kemacetan. Melihat Teo belum kunjung selesai membeli jajananya, Nadia berinisiarif untuk mendatanginya.

Belum sempat Nadia menyeberang jalan, Teo sudah melambaikan tangannya dan memamerkan jajanan yang sudah dibelinya.

Saking bahagianya Teo bersama jajanannya yang banyak, Teo tidak melihat kondisi jalanan, dan langsung menyebrang jalan.

Nadia yang sudah melihat ada motor yang melaju kencang dari arah kanan Teo, langsung berlari dan mendorong Teo kearah tepi jalan.

Tabrakan pun tidak bisa dihindarkan, Nadia terkapar dengan darah di kepalanya, dan kakinya tertindih motor yang terbilang cukup besar.

"Ka Naaaad" Teriak Teo dan langsung mendatangi Nadia.

Orang-orang langsung berkerumun dan menolong Nadia termasuk anak-anak sekolah, Tian yang melihat kerumunan langsung mendatanginya dan terkejut bahwa Nadia yang terkapar diaspal.

"Nadiaaa" Teriak Tian.

"Nad, sadar Nad" Ucap Tian karena melihat Nadia yang masih terlihat sadar.

"Ka Tian, hiks...tolo-ngg...hiks" Ucap Teo terisak.

Tian melihat kesekitarnya dan mendapati mobil Nadia yang terparkir disana. Tian langsung mengangkat Nadia dan meletakkan Nadia kedalam mobil dan diikuti oleh Teo.

Mereka bertiga menuju rumah sakit, dengan Tian yang mengendarai mobil sangat laju. Sedangkan pengendara sudah diamankan oleh warga sekitar dan guru sekolah.

Ketos Itu Pacar TeoCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang