Part 46

262 21 0
                                        

Selamat Membaca🌾

.

.

"Adek sayang kaka" Ucap Teo yang makin mengeratkan pelukannya, dan dibalas oleh Nadia.

"Teo ngantuk, kaka punya hutang cerita sama Teo" Ucap Teo dengan suara khas orang ngantuk

"Tidur, nanti bangun tidur kaka cerita semunya" Ucap Nadia.

.

.

.

Malam Hari

"Ka Nad" Teriak Teo

"Kaka" Teriak Teo lagi, saat dirinya tidak mendapati satu orang pun di kamarnya.

Saat Teo ingin turun dari ranjang, Teo mendengar suara pintu terbuka, dan datanglah Nadia yang duduk di kursi rodanya dengan di dorong oleh seorang laki-laki yang terlihat manis.

"Siapa?" Batin Teo, Teo melihat muka laki-laki tersebut dengan seksama, tampilannya manis, dengan baju putih khas perawat, dan tersenyum manis saat mendorong kursi roda Nadia.

"Sudah bangun?" Tanya Nadia membuat Teo sadar dari lamunannya.

"Aku keluar dulu" Ucap laki-laki manis tersebut, tetapi sebelum keluar, Nadia menahan tangannya, dan hal itu berhasil membuat muka Teo jadi bete (masih ingat kan Teo itu orangnya cemburuan)

"Sayang" Ucap Nadia dan berhasil membuat Teo kembali menatapnya dengan senyum manisnya.

"Kenalin, ini Asyel, orang yang merawat kaka selama masa pemulihan"

"Dan Asyel, kenalin ini kesayangan gue, namanya Teo" Ucap Nadia lagi. Asyel mengulurkan tangannya terlebih dahulu kepada Teo tanda perkenalan mereka.

"Asyel" Ucap Asyel menyebutkan namanya sendiri.

"Teo" Ucap Teo lagi.

Setelah berkenalan Asyel keluar dari kamar dan membiarkan sepasang kekasih yang masih ingin meluapkan rasa kangennya. "Kok mukanya cemberut" Tanya Nadia sambil mengusap wajah Teo.

"Teo sama dia, gantengan siapa?" Tanya Teo tiba-tiba.

"Kamu" Jawab Nadia tanpa basa basi, karena Teo sedang mode cemburu, sedangkan Teo masih menatap Nadia dengan tajam.

"Mau makan?" Tanya Nadia

"Jelasin dulu dia siapa?" Bukannya menjawab, Teo malahan balik nanya.

"Kan tadi kalian udah kenalan" Jawab Nadia.

"Maksudnya bukan ituuuuu tauuuuu, kaka kenal dia di mana, sejak kapan, kenapa harus laki-laki?" Tanya Teo.

Nadia mulai memegang tangan Teo "Kaka gak tau harus mulai dari mana, tapi dia adalah orang yang bantu-bantu selama di rumah sakit, jadi awal ceritanya, saat kaka masih di rumah sakit, orang tua Tian gak bisa menjaga kaka 24 jam, sedangkan Tian masih sekolah, lalu mereka berinisiatif untuk mencari orang untuk bantu-bantu, dari semua orang yang mendaftarkan diri, hanya Asyal yang berpenampilan rapi dan sama-sama orang Indonesia, karena selama di rumah sakit Asyel sangat telaten dan bersih jadilah dia bantu kaka sampai benar-benar pulih" Ucap Nadia berusaha menjelaskan sebisa dia.

"Sampai mandi-in kaka juga Asyel?" Tanya Teo

"Enggak, kamu pikirannya kemana, kaka dibantu sama tante (mamanya Tian)" Jawab Nadia

"Kirain" Ucap Teo dengan judes.

"Enggak sayangg" Ucap Nadia

"Selama kaka dijagain sama Asyel, kaka suka Asyel?" Tanya Teo.

Ketos Itu Pacar TeoCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang