Part 47

484 19 1
                                        

Selamat Membaca🌾
.

.

Teo kembali memeluk Nadia dan Nadia juga sesekali menciumi kepala Teo, "Kaka belum cerita semalam ini kaka ngapain, terus kenapa gak pernah ngabarin Teo?" Tanya Teo

"Mandi dulu, nanti kaka cerita" Ucap Nadia dan Teo langsung lari ke kamar mandi.

.

.

.

"Ayo ceitaaaaa" Ucap Teo dengan keadaan rambut yang masih setengah basah, dan kembali memeluk Nadia sedangkan Nadia melepaskan handphone yang ada di tangannnya.

"Dari mana?" Tanya Nadia.

"Dari awal kaka dibawa ke Singapura" Ucap Teo.

"Eh.. tapi kan kaka pas dibawa dalam keadaan gak sadar, ganti deh pertanyaannya, mulai kaka sadar habis operasi" Ucap Teo dan menepuk jidatnya sendiri.

"Cium dulu" Ucap Nadia.

"Dasar gak pernah berubah" Ucap Teo dengan ketus.

"Maaf yaa" Ucap Nadia mengusap kepala Teo.

"Seingat kaka pas pertama kali kaka bangun, yang kaka lihat hanya ada OM dan Tante (Maksudnya orang tua Tian), menurut cerita tante, Kaka sengaja mereka pindahkan ke Singapura supaya mendapat peralatan yang lebih memadai, kaka juga kaget bangun-bangun udah ada di Singapura. Kaka gak sadar sekitar 2 minggu kata tante setelah operasi berjalan, dan itu terbilang normal kata dokter untuk ukuran operasi besar yang mereka lakukan, tetapi untuk penyembuhan secara total bisa memakan kurang lebih 2 tahun. Kaka di rumah sakit totalnya sekitar 3-4 bulan, yang pastinya kaka hanya berdiam diri saja di kasur. Paling parah operasi yang dilakukan dibagian kepala dan kaki, untung kaka masih ingat kamu" Ucap Nadia sambil bercanda dengan Teo.

"Iya untung ingat, kalo gak ingat gak bakalan tuh Teo maafin kaka selama-lamanya" Ucap Teo.

"Nih juga kaki bakal Teo tendang" Ucap Teo sambil memperagakan menendang, tapi yang ditendangnya hanya angin saja.

"Jangan dong, nanti gak bisa gendong kamu lagi" Ucap Nadia dengan yakin.

"Terus kenapa gak pernah kabarin Teo sama sekali" Ucap Teo dengan raut yang sedih.

"Kamu ingat kata-kata waktu kaka ada dipelukan kamu pas kecelakaan (maksudnya pas Nadia diantar ke rumah sakit pertama kali kan di dalam mobil ada Teo, dan Nadia masih sadar sebelum pingsan) kamu pernah bilang kalo kamu bakal maafin kesalahan fatal yang pernah kaka lakuin asal kaka sembuh kan, masih ingat?" Tanya Nadia dan Teo menganggukan kepalanya.

"Dari situ kaka sadar, kalo kaka harus benar-benar sembuh dulu, karena kaka takut kamu gak maafin kaka lagi, masalah komunikasi, kenapa kaka gak pernah balas chat kamu, karena kaka harus cepat sembuh supaya bisa ketemu kamu lagi, takutnya kaka lemah kalo ngeliat kamu sedih" Ucap Nadia dengan percaya dirinya.

"Emangnya siapa yang sedih?" Tanya Teo.

"Kamu, emangnya kamu gak sedih kaka kecelakaan?" Tanya Nadia balik dengan nada sedih.

"Sedihlah ANJING!" dibalas Teo dengan nada emosi.

"Mulutnya, siapa yang ngajarin?" Ucap Nadia.

"Siapa suruh kaka menghilang, jadinya kan Teo makin liar" Ucap Teo.

"Kamu ini mulutnya" Ucap Nadia sambil menepuk mulut Teo dengan lembut.

"Kaka tau kok kamu banyak berubah, dari sifat maupun penampilan" Ucap Nadia lagi

"Kaka tau dari mana?" Tanya Teo.

"Dari mana-mana dong, terakhir kali kaka dapat informasi dari kepala sekolah kalo kamu dekat sama Luna" Jawab Nadia dan Teo nampak sedikit berfikir.

"Oooh Teo paham kenapa kaka langsung balik ke Kalimantan" Ucap Teo dengan ekspresi yang tidak bisa ditebak.

"Kaka takutkan Teo pacaran sama Luna?" Ucap Teo lagi.

"Iya" Ucap Nadia dengan tegas dan membuat pipi Teo sedikit merah.

"Makanya kaka langsung minta pindah rumah sakit di Indonesia aja, biar bisa langsung mantau kamu" Ucap Nadia sambil menarik hidung Teo.

"Sakit tauuuuu" Ucap Teo.

"Maaf sayang" Ucap Nadia.

"Maaf buat apalagi sih ka, bosen Teo denger maaf dari kaka" Ucap Teo.

"Maaf buat semuanya, maaf juga sampai beberapa minggu kedepan kaka masih ada di kursi roda, dan bikin kamu repot" Ucap Nadia.

Nadia keget dengan Teo yang langsung duduk dan mengecup bibir Nadia sekilas, "Asal kaka disini, Teo udah senang" Ucap Teo.

"Dikecup doang nih" Ucap Nadia

"Yeeee itu mah maunya kaka" Ucap Teo sambil mendorong lengan Nadia.

"Tidur" Ucap Nadia.

"Marah?" Tanya Teo.

"Kapan kaka marah sama kamu sayang" Jawab Nadia sambil memeluk-meluk Teo.

"Kaka bakal usaha biar sembuh lebih cepat" Ucap Nadia sambil mengusap kepala Teo dengan lembut dan Teo semakin menyembunyikan kepalanya di leher Nadia.

"Makasih karena udah datang lebih cepat" Ucap Teo dengan suara yang berbisik tetapi masih bisa didengar oleh Nadia.

.

"Ka Nadia udah sampai di Indonesia ka" Tanya Rehan.

"Iya, kok nanyain Nadia" Tanya Viana balik, saat ini posisi mereka sedang senderan di kasur dengan Viana yang memeluk Rehan dan Rehan yang bersender ke Viana, sambil memainkan rambut Rehan.

"Cieee cemburu" Ucap Rehan, untuk pertama kalinya Rehan berani mencolek hidung mancung Viana

"Ehan cuma nanya aja kaaa, selama ini kan kaka selalu komunikasi sama Ka Nadia" Ucap Rehan lagi.

"Iya udah nyampe, Nadia juga ngabarin tadi sore udah ketemu Teo" Ucap Viana.

"Ooh" Ucap Rehan.

"Kaka ada ngasih tau Ka Nadia, kalo ada cewek yang deketin Ka Teo" Taya Rehan ke Viana, karena Teo tau kalau Viana selama ini memang sering komunikasi dengan Nadia, sering kali kegiatan yang dilakukan Teo di sekolah, di vidio oleh Rehan, Rehan mengirim ke Viana, dan Viana mengirim ke Nadia.

"Enggak" Ucap Viana singkat.

"Ooh berarti bukan karena itu Ka Nadia tiba-tiba datang ke Indonesia" Ucap Rehan sambil menganggukan kepalanya.

Tetapi berbeda dengan Viana, Viana berfikir "Okey gue ngerti kenapa Nadia tiba-tiba datang di tengah-tengah pemulihannya, Nadia pasti takut Teo diambil orang" Batin Viana.

"Kaka tau siapa aja mama-mata untuk Ka Teo?" Tanya Rehan.

"Enggak" Viana berbohong, karena selain dirinya ada Farah, Tian, Mama Teo, dan kepala sekolah yang sering memberitahu kabar tentanng Teo.

"Ooohhhh" Ucap Rehan

"Kesian tau Ka Teo, pasti kangen banget sama Ka Nadia. Kaka bisa liat sendiri kan perubahan Ka Teo?" Tanya Rehan.

"Iya" Jawab Viana dan mengusap kepala Rehan dengan lembut membuat Rehan mulai mengantuk.

"Kenapa Tiba-tiba bahas Nadia, masih suka sama Nadia"? Ucap Viana dan Rehan langsung duduk dan menggelengkan kepalanya.

"Ehan udah gak suka Ka Nadia lagi kok" Ucap Rehan masih menatap wajah Viana.

"Terus sukanya sama siapa?" Tanya Viana dan tiba-tiba Rehan mencium pipinya dan langsung menyembunyikan kepalanya di leher Viana.

"Kalo kaka ninggalin Rehan tanpa kabar, Rehan juga akan ninggalin kaka tanpa kabar" Ucap Rehan tepat di telinga Viana.

"Enggak akan" Ucap Viana dan semakin mengeratkan pelukannya ke Rehan.

"Ehan kadang merasa punya firasat buruk tentang kaka" Batin Rehan.

.

.

_______________________________
Lanjut...

Yang typo-typo boleh di kasih tau yaaaaa

Maaf kalau bahasanya masih kurang✌️

Terima Kasih yang udah vote❣️

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Oct 15, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Ketos Itu Pacar TeoCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang