Selamat Membaca🌾
.
.
"Tumben gak sendiri?" Ucap Teman Baim.
"Iya nih, mereka mau ikut" Ucap Baim, Mereka pun saling berkenalan satu sama lain.
Mereka menonton dengan seksama, sambil sesekali berbincang-bincang. Sampai mata Teo bertatapan dengan seorang gadis yang sangat terlihat manis. Gadis tersebut tersenyum kearah Teo, Teo yang bingung pun hanya bisa membalas dengan senyumannya yang juga manis.
.
.
.
Sekitar jam 12.00 malam Baim mengajak semua teman-temannya untuk pulang, tetapi sebelum mereka berdiri, beberapa laki-laki yang baru datang mendatangi mereka.
"Farah" Panggil salah satu dari mereka.
"Abang?" Jawab Farah, yang membuat mereka kaget dengan jawaban Farah
"Teman di mana?" Ucap laki-laki tersebut sambil mengusap-usap kepala Farah.
"Temen sekelas"? Ucap Farah. "Eh kenalin, ini abang gue" Ucap Farah yang melihat teman-temannya masih bingung dengan laki-laki di depannya. Setelahnya mereka pun pulang ke rumah masing-masing.
.
Teo bersekolah seperti biasanya, saat akan naik tangga menuju area kelas 12, Teo dikejutkan dengan seorang anak gadis yang tiba-tiba memanggilnya.
"Kaka?" Panggil seorang gadis manis yang bernama Luna.
"Siapa?" Tanya Teo.
"Kenalin aku Luna, aku malam tadi liat kaka diarea balapan" Ucap Luna, dan Teo mulai mengingat gadis manis ini.
"Kenapa?" Ucap Teo yang terkesan cuek sambil mengangkat satu alisnya.
"Buat kaka" Ucap Luna sambil memberikan kotak bekal yang di dalamnya sudah berisi nasi goreng buatannya sendiri.
"Buat gue?" Tanya Teo lagi, sambil mengunjuk dirinya sendiri,.
"Iya, aku masak sendiri lo ka" Teo sebenarnya ingin menolak tetapi tidak enak hati dengan Luna.
"Makasih Luna, nanti kotaknya gue cuci" Ucap Teo singkat.
"Sama-sama ka, kaka keren deh" Jawab Luna. Luna pergi ke kelasnya dengan perasaan senang, sedangkan Teo hanya cuek saja.
Teo masuk ke dalam kelas, dan sudah disambut oleh teman-temannya. Melihat Teo yang membawa bekal, temannya pun heran, tumben-tumbenan Teo bawa bekal.
"Belum makan Yo?" Tanya Baim
"Udah" Jawab Teo singkat.
"Tumben bawa bekal" Ucap Baim.
"Tadi dikasih sama dekel (adek kelas)" Jawab Teo.
"Wiiiiii sudah ada yang berani deketin elo nih" Ucap Ria dan Teo hanya mengangkat bahunya saja, tanda dia tidak tau.
Pembelajaran berjalan seperti biasa, dan untuk bekal dari Luna pun sudah di makan oleh Teo, sebelum pulang Teo berinisiatif untuk langsung mengembalikan kotak bekal tersebut, yang sebelumnya sudah Teo cuci di kamar mandi guru secara diam-diam.
Teo menunggu Luna di depan pagar sekolah, tetapi pemandangan yang dilihatnya adalah Viana yang sedang menunggu Rehan, Viana tidak melihat Teo karena sedang berada di dalam mobil, Rehan datang dengan ceria, dan langung di cium oleh Viana, Mereka tidak melihat keberadaan Teo karena banyaknya murid yang juga keluar dari sekolah.
"Kangen ka" Ucap Teo kepada dirinya sendiri setelah melihat adegan mesra Viana dan Rehan, dan menundukkan kepalanya sambil menendang-nendang angin di depannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ketos Itu Pacar Teo
RomanceCerita ini berlatar belakang di sebuah sekolah SMA, yang salah satu karakternya adalah seorang anak pemilik sekolah, dengan latar belakang keluarga yang sangat berbeda. Nama-nama yang ada di dalam cerita ini murni khayalan penulis, tidak ada maksud...
