Part 45

286 30 2
                                        

Selamat Membaca🌾
.

.

"Gak papa" Ucap Rehan dan langsung turun dari pangkuan Viana, mereka makan dengan tenang, sambil sesekali Viana yang bertanya tentang perkembangan sekolah Rehan.

.

.

"Ka Teo" Panggil Luna setelah Teo turun dari motor abahnya, panggilan dari Luna cukup membuat anak-anak yang lain mengalihkan pandangan mereka ke Luna dan Teo.

"Kenapa?" Tanya Teo yang tetap terlihat keren.

"Buat kaka" Ucap Luna sambil memberikan kotak bekal kepada Teo.

"Buat gue lagi?" Tanya Teo sambil menunjuk dirinya sendiri dan mendapat anggukkan dari Luna dengan semangat.

"Lain kali gak usah repot-repot Lun" Ucap Teo yang tetap mengambil bekal dari Luna, selain menghargai makanan Teo juga lapar karena belum makan.

"Gak bakal repot kalo buat kaka" Ucap Luna yang sudah salting dengan sendirinya.

"Makasih, gue masuk dulu" Ucap Teo karena risih dengan tatapan orang-orang yang lewat.

"Semangat ka belajarnya" Ucap Luna sambil mengepalkan tangannya tanda dia memberi semangat.

Teo berlari masuk ke dalam kelas karena bel yang sudah berbunyi, "Tumben yo bawa bekal?" Ucap Ria, karena pertanyaan dari Ria membuat teman-teman Teo menatapnya.

"Dikasih sama dekel tuuuuhhh" Ucap Siswa yang lain sebut saja Roni.

"Kiwwww-kiwwwww" Ucap Teman-teman Teo dengan serempak.

"Lo mulai buka hati yo?" Ucap Farah.

"Gue cuma gak mau banyak drama aja, sama laper juga" Ucap Teo sambil mulai memakan bekalnya.

"Dari pada liatin gue makan, mending bantuin habisin deh, biar pas guru masuk nih makanan udah habis" Ucap Teo.

Ria dan Baim dengan tidak tau dirinya mulai berebut untuk makan bekal dari Luna, sedangkan Farah hanya mengambil beberapa kerupuk dari bekal Luna.

.

Saat Istirahat ke dua (SMA kan istirahatnya 2 kali) tiba-tiba HP Teo bergetar, Teo tau kalau ada satu pesan masuk, tetapi memilih mengabaikannya, Teo sedang asik makan di kantin bersama teman-temannya.

Teo memainkan HP nya saat sudah bel tanda telah selesai istirahat berbunyi, Teo mulai membaca pesan, dan ada satu pesan yang sangat menarik perhatiannya, Pesan dari Nadia.

Nadia tidak membalas sama sekali pesan Teo dari bulan-bulan yang lalu, Nadia hanya memberi pesan berupa gambar dan Teo mengunduh pesan gambar dari Nadia.

"Pantai" Ucap Teo dengan girang setelah melihat pesan dari Nadia, Nadia mengirimkan gambar pantai, tempat di mana terakhir kali mereka menikmati waktu berdua, dan Nadia sungguh-sungguh meminta maaf kepada Teo dulu

Teo memesan mobil online, dan mulai mengemasi barang-barangnya, Teman-temannya yang bingung pun mulai bertanya tetapi mereka hanya melihat mata yang berkaca-kaca dari Teo.

Teo menunggu jemputan dari mobil onlinenya dengan gelisah, memanjat pagar belakang sekolahnya untuk bisa bolos di jam terakhir, karena rindu yang sudah tidak tertahan lagi, beberapa orang melihat Teo dengan tatapan bingung, karena Teo yang dari tadi menangis, dan terlihat sedang menelpon seseorang.

Saat mobil jemputan datang, Teo langsung memberikan alamat tujuan (ke pantai), melihat Teo yang terus terisak, sambil sesekali mengelap mata dengan bajunya, Pak supir tidak berani bertanya sama sekali, dan hanya melajukan mobilnya secepat mungkin.

Ketos Itu Pacar TeoCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang