086 : Katastrophe (6).

2K 254 612
                                        




ternyata wattpad lagi update ke versi baru bar, maaf ya hari selasa jadi skip, chapternya digabung ke sini.

.

500 comment untuk buka next chapter ♥♥








[!] bgm, love me not; typo; pengulangan kata.

;:;:;:;

Ksatria Neraka yang dipimpin Jimin tiba pada wilayah pesisir, memasuki pelabuhan terbengkalai sebagaimana pancaran energi Jungkook terasa besar.

Lebih dari seratus ksatria berlari cepat di belakangnya, kala mereka merasa apabila titik lokasi dari Dia yang Terjaga kian dekat ... laju kaki berubah tak konsisten karena gelombang samar di tanah membuat gerak terdistraksi, mereka berlari lebih pelan demi menyeimbangkan diri.

Lalu gelombang itu menjelma menjadi gempa besar.

Menghentikan laju, menghantarkan kebingungan, teriakan panik pun mengudara saat beberapa dari mereka terbawa oleh tanah yang longsor.

Guncangan kian hebat sampai tekstur pijakan tak lagi aman untuk berlama-lama. 

Tapi seluruh ksatria ... sangat-amat mengenali energi ini.

"CEPATLAH! YANG MULIA BERADA DI SINI!" Jimin mengomando.

.

.

.

Benar apabila Controller adalah kuasa tertinggi dari segala-gala kekuatan, mustahil bagi makluk bumi melawan, apapun bangsanya. 

Sebagaimana entitas yang besar Controller pun bukan kuasa yang mudah. Untuk terus mengaktifkannya pengguna harus memiliki mana tak terbatas selayak Ketiga Dewa Agung, apabila tidak, entah apa yang akan terjadi karena belum pernah ada yang dapat menggunakannya kecuali Sang putra Hades; yang bahkan mengguncang konstelasi Dodekatheon ketika lahir.

"Akh!" Jungkook meringis kala di tengah-tengah rasa kagum melihat fenomena, otaknya mendadak perih, ia reflek memiringkan wajah, gelisah. Ingin sekali menepuk sisi kepala tapi tangan-tangannya masih tertimpa besi.

Jungkook gelisah, memejamkan erat satu matanya seraya menggelengkan kepala.

Ini tidak seperti sakit biasa, muncul sensasi aneh, Jungkook merasakan apabila darahnya naik ke otak dengan sangat cepat hingga ia bisa mendengar darah itu mengalir.

Anais sadar.

Ia pun segera menoleh pada keempat Demigod lain yang mempertahankan pijakan dari guncangan bumi, "Ini waktu yang tepat untuk menangkapnya!"

Hansol, Taeyong serta Junhui tentu bingung atas pernyataan tersebut; bagaimana bisa ini menjadi waktu yang tepat untuk menangkapnya? Ketika mereka jelas-jelas menyaksikan makhluk itu tengah menggunakan kuasa tertinggi Ilahi.

Tapi Jinyoung yang segera menyadari apa maksud ucapan Anais, segera berteleportasi.

"Hei! Berbahaya!" Junhui memperingatkan, terkejut namun terlambat sebab Jinyoung telah berpindah ke atas kepala Si Warewolf.

YaGook AcademyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang